Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Membangun budaya literasi di lingkungan kerja menjadi salah satu langkah untuk memperluas wawasan dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
3 menit baca10 kali dibaca

Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Membangun budaya literasi di lingkungan kerja menjadi salah satu langkah untuk memperluas wawasan dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong upaya tersebut melalui kolaborasi pengembangan perpustakaan khusus bersama perangkat daerah.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kerja sama Diarpus Kukar dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar dalam pengembangan perpustakaan khusus serta peningkatan budaya baca bagi aparatur sipil negara (ASN).
Kepala Diarpus Kukar M Ridha Darmawan mengatakan, penguatan budaya baca tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan buku, tetapi juga bagaimana membangun kebiasaan membaca agar menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari ASN.
“Perpustakaan harus menjadi ruang belajar yang bisa dimanfaatkan untuk menambah wawasan, memperluas pengetahuan, dan mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru. Kami ingin budaya membaca tumbuh di lingkungan kerja, sehingga ASN memiliki akses terhadap bahan bacaan yang bermanfaat untuk pengembangan diri maupun pelaksanaan tugas,” katanya saat dikonfirmasi Korankaltim.com Senin (26/10/2026).
Ridha menyebutkan, upaya tersebut ditindaklanjuti melalui koordinasi pengembangan perpustakaan khusus dan peningkatan budaya baca ASN yang dilaksanakan Bidang Bina Pustaka Diarpus Kukar di Ruang Pertemuan Diskominfo Kukar, Selasa (20/10/2026).
Dalam kegiatan itu, Ridha Darmawan didampingi pustakawan Aji Nirmala dan Aprilia Ahadiati. Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, bersama jajaran.
Pertemuan tersebut membahas pengembangan perpustakaan khusus di lingkungan Diskominfo, termasuk upaya menyediakan sumber bacaan yang relevan dan mendorong pemanfaatannya secara berkelanjutan oleh para pegawai.
Sebagai tindak lanjut, kedua perangkat daerah menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang pengembangan perpustakaan khusus dan peningkatan budaya baca ASN di lingkungan Diskominfo Kukar.
Selain itu, dilakukan penandatanganan berita acara serah terima Book Bulk Loan, yakni layanan peminjaman koleksi buku dalam jumlah banyak untuk dimanfaatkan dalam jangka waktu tertentu.
Melalui layanan tersebut, Diarpus Kukar menyerahkan 100 judul buku dengan total 100 eksemplar kepada Diskominfo Kukar. Koleksi tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan bacaan di perpustakaan khusus Diskominfo selama tiga bulan.
Ridha menjelaskan, skema peminjaman koleksi seperti ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat, termasuk ASN, tanpa harus bergantung pada kunjungan langsung ke perpustakaan daerah.
“Kami berharap koleksi yang dipinjamkan ini benar-benar dimanfaatkan oleh pegawai. Dengan buku yang tersedia di lingkungan kerja, kesempatan untuk membaca bisa lebih terbuka, baik saat waktu luang maupun ketika ingin mencari referensi untuk menunjang pekerjaan,” harapnya.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan khusus di setiap perangkat daerah dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran sepanjang hayat. Koleksi bacaan yang beragam juga diharapkan mampu memperkaya sudut pandang ASN dalam memahami perkembangan informasi, teknologi, serta kebutuhan masyarakat.
Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang tidak berhenti pada penyediaan koleksi buku, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif para pegawai dalam memanfaatkan sumber pengetahuan.
Diarpus Kukar berharap kolaborasi bersama Diskominfo dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat budaya baca di lingkungan pemerintah daerah. Dengan semakin mudahnya akses terhadap bahan bacaan, perpustakaan khusus diharapkan berkembang menjadi ruang informasi, pembelajaran, dan pertukaran gagasan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Harapan kami, membaca tidak hanya dilakukan ketika ada kebutuhan tertentu, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran masing-masing. Jika budaya literasi semakin kuat, ASN memiliki lebih banyak kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” demikian Ridha. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong upaya tersebut melalui kolaborasi pengembangan perpustakaan khusus bersama perangkat daerah.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kerja sama Diarpus Kukar dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar dalam pengembangan perpustakaan khusus serta peningkatan budaya baca bagi aparatur sipil negara (ASN).
Kepala Diarpus Kukar M Ridha Darmawan mengatakan, penguatan budaya baca tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan buku, tetapi juga bagaimana membangun kebiasaan membaca agar menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari ASN.
“Perpustakaan harus menjadi ruang belajar yang bisa dimanfaatkan untuk menambah wawasan, memperluas pengetahuan, dan mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru. Kami ingin budaya membaca tumbuh di lingkungan kerja, sehingga ASN memiliki akses terhadap bahan bacaan yang bermanfaat untuk pengembangan diri maupun pelaksanaan tugas,” katanya saat dikonfirmasi Korankaltim.com Senin (26/10/2026).

Ridha menyebutkan, upaya tersebut ditindaklanjuti melalui koordinasi pengembangan perpustakaan khusus dan peningkatan budaya baca ASN yang dilaksanakan Bidang Bina Pustaka Diarpus Kukar di Ruang Pertemuan Diskominfo Kukar, Selasa (20/10/2026).
Dalam kegiatan itu, Ridha Darmawan didampingi pustakawan Aji Nirmala dan Aprilia Ahadiati. Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, bersama jajaran.
Pertemuan tersebut membahas pengembangan perpustakaan khusus di lingkungan Diskominfo, termasuk upaya menyediakan sumber bacaan yang relevan dan mendorong pemanfaatannya secara berkelanjutan oleh para pegawai.
Sebagai tindak lanjut, kedua perangkat daerah menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang pengembangan perpustakaan khusus dan peningkatan budaya baca ASN di lingkungan Diskominfo Kukar.







Selain itu, dilakukan penandatanganan berita acara serah terima Book Bulk Loan, yakni layanan peminjaman koleksi buku dalam jumlah banyak untuk dimanfaatkan dalam jangka waktu tertentu.
Melalui layanan tersebut, Diarpus Kukar menyerahkan 100 judul buku dengan total 100 eksemplar kepada Diskominfo Kukar. Koleksi tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan bacaan di perpustakaan khusus Diskominfo selama tiga bulan.
Ridha menjelaskan, skema peminjaman koleksi seperti ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat, termasuk ASN, tanpa harus bergantung pada kunjungan langsung ke perpustakaan daerah.
“Kami berharap koleksi yang dipinjamkan ini benar-benar dimanfaatkan oleh pegawai. Dengan buku yang tersedia di lingkungan kerja, kesempatan untuk membaca bisa lebih terbuka, baik saat waktu luang maupun ketika ingin mencari referensi untuk menunjang pekerjaan,” harapnya.

Menurutnya, keberadaan perpustakaan khusus di setiap perangkat daerah dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran sepanjang hayat. Koleksi bacaan yang beragam juga diharapkan mampu memperkaya sudut pandang ASN dalam memahami perkembangan informasi, teknologi, serta kebutuhan masyarakat.
Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang tidak berhenti pada penyediaan koleksi buku, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif para pegawai dalam memanfaatkan sumber pengetahuan.
Diarpus Kukar berharap kolaborasi bersama Diskominfo dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat budaya baca di lingkungan pemerintah daerah. Dengan semakin mudahnya akses terhadap bahan bacaan, perpustakaan khusus diharapkan berkembang menjadi ruang informasi, pembelajaran, dan pertukaran gagasan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Harapan kami, membaca tidak hanya dilakukan ketika ada kebutuhan tertentu, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran masing-masing. Jika budaya literasi semakin kuat, ASN memiliki lebih banyak kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” demikian Ridha. (Adv)
Editor: Aspian Nur



Pusat gempa berada di laut 30 km timur laut Mbay, Nagekeo
26 Okt 2026, 11:53:42 WIB • Kedalaman 13 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG