Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi perhatian serius karena belum sepenuhnya berakhir.
1 menit baca3 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi perhatian serius karena belum sepenuhnya berakhir.
Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar menegaskan agar seluruh perusahaan perkebunan di daerah tersebut tidak lengah dan terus mengoptimalkan penanganan serta pencegahan di wilayah operasional masing-masing.
Kepala Disbun Kukar, Muhammad Taufik mengatakan, pengawasan ketat terus dilakukan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap perusahaan menjalankan prosedur keselamatan kebakaran dengan standar yang tinggi.
“Upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran perlu terus diperkuat, terlebih situasi Karhutla di Kukar belum sepenuhnya tuntas,” kata Taufik, Senin (26/10/2026).
Ia menilai, kunci utama pengendalian Karhutla tidak hanya bergantung pada respons cepat saat api muncul, tetapi juga pada pembenahan manajemen internal perusahaan itu sendiri. Pihak manajemen dituntut untuk lebih adaptif dan siap siaga.
“Pemkab Kukar berpesan agar perusahaan mengoptimalkan sarana prasarana SDM, utamanya dalam mengoptimalkan tata kelola pengendalian kebakaran lahan dan kebun,” tegasnya.
Sebagai bentuk langkah di lapangan, Taufiq memastikan beberapa perusahaan perkebunan telah melakukan upaya pengendalian. Bahkan, salah satu perusahaan kini telah menjalin kemitraan strategis dengan masyarakat sekitar melalui pembentukan Kelompok Tani Peduli Api di Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman.
Kemitraan tersebut difasilitasi langsung oleh Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Disbun Kukar. Melalui program ini, masyarakat mendapatkan bimbingan intensif agar dapat berperan aktif dalam pencegahan kebakaran.
Kelompok Tani Peduli Api diharapkan menjadi garda depan dalam membantu pemantauan, pengawasan, hingga patroli rutin di sekitar wilayah operasional perusahaan guna mengantisipasi kemunculan titik api (hotspot) sejak dini.
“Kami harap sinergi kuat antara kelayakan sarpras perusahaan dan kepedulian warga dapat meminimalkan risiko bencana karhutla yang menimbulkan kabut asap pekat di Kukar,” tutupnya. (adv)
Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar menegaskan agar seluruh perusahaan perkebunan di daerah tersebut tidak lengah dan terus mengoptimalkan penanganan serta pencegahan di wilayah operasional masing-masing.
Kepala Disbun Kukar, Muhammad Taufik mengatakan, pengawasan ketat terus dilakukan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap perusahaan menjalankan prosedur keselamatan kebakaran dengan standar yang tinggi.
“Upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran perlu terus diperkuat, terlebih situasi Karhutla di Kukar belum sepenuhnya tuntas,” kata Taufik, Senin (26/10/2026).
Ia menilai, kunci utama pengendalian Karhutla tidak hanya bergantung pada respons cepat saat api muncul, tetapi juga pada pembenahan manajemen internal perusahaan itu sendiri. Pihak manajemen dituntut untuk lebih adaptif dan siap siaga.

“Pemkab Kukar berpesan agar perusahaan mengoptimalkan sarana prasarana SDM, utamanya dalam mengoptimalkan tata kelola pengendalian kebakaran lahan dan kebun,” tegasnya.
Sebagai bentuk langkah di lapangan, Taufiq memastikan beberapa perusahaan perkebunan telah melakukan upaya pengendalian. Bahkan, salah satu perusahaan kini telah menjalin kemitraan strategis dengan masyarakat sekitar melalui pembentukan Kelompok Tani Peduli Api di Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman.
Kemitraan tersebut difasilitasi langsung oleh Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Disbun Kukar. Melalui program ini, masyarakat mendapatkan bimbingan intensif agar dapat berperan aktif dalam pencegahan kebakaran.
Kelompok Tani Peduli Api diharapkan menjadi garda depan dalam membantu pemantauan, pengawasan, hingga patroli rutin di sekitar wilayah operasional perusahaan guna mengantisipasi kemunculan titik api (hotspot) sejak dini.

“Kami harap sinergi kuat antara kelayakan sarpras perusahaan dan kepedulian warga dapat meminimalkan risiko bencana karhutla yang menimbulkan kabut asap pekat di Kukar,” tutupnya. (adv)










Pusat gempa berada di laut 30 km timur laut Mbay, Nagekeo
26 Okt 2026, 11:53:42 WIB • Kedalaman 13 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG