Penilaian ini menjadi modal positif bagi Persikutim United menjelang bergulirnya kompetisi. Meski masih terdapat beberapa fasilitas yang perlu dibenahi, perbaikan yang dibutuhkan dinilai bersifat minor dan tidak mencakup seluruh bagian stadion.
Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olahraga Kudungga Dispora Kutim, Hadri Nirwan mengatakan, secara umum fasilitas stadion sudah memadai untuk menunjang penyelenggaraan pertandingan sepak bola tingkat nasional.
“Dari hasil peninjauan, secara prinsip Stadion Kudungga sangat layak digunakan untuk pertandingan Liga 3," ujarnya.
Bahkan, beberapa fasilitas yang tersedia sudah memenuhi standar Liga 2, sehingga pembenahan yang diperlukan lebih kepada penyempurnaan. Inspeksi tim i-League mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari kualitas dan kerataan rumput lapangan, kelayakan tribun penonton, hingga kelengkapan ruang ganti pemain dan ruang wasit. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan stadion siap digunakan sesuai kebutuhan kompetisi.
Stadion Kudungga telah dilengkapi lampu dengan intensitas 1.200 lux yang disebut memenuhi standar Liga 2. Fasilitas pendukung lainnya juga tersedia, termasuk papan sponsor sepanjang 1.110 meter dan papan skor untuk menunjang jalannya pertandingan.
“Untuk fasilitas penerangan, kita sudah memiliki lampu dengan spesifikasi 1.200 lux. Selain itu, papan sponsor dan papan skor juga tersedia untuk mendukung kebutuhan pertandingan,” jelasnya.
Kapasitas penonton turut menjadi salah satu keunggulan stadion kebanggaan masyarakat Kutim tersebut. Stadion Kudungga diperkirakan mampu menampung sekitar 7.500 penonton, dengan fasilitas 2.000 kursi tunggal atau single seat serta lebih dari 4.000 tempat duduk di tribun terbuka.
Dari sisi fasilitas pemain dan perangkat pertandingan, sejumlah pekerjaan telah dilakukan. Ruang ganti pemain tim tamu sudah direhabilitasi, sedangkan ruang ganti tim tuan rumah masih dalam tahap pengerjaan.
Pengelola juga menyiapkan 40 kursi bench untuk pemain cadangan dan ofisial kedua tim. Adapun ruang wasit telah dilengkapi akses toilet di dalam ruangan guna menunjang kenyamanan dan menjaga kebutuhan privasi perangkat pertandingan.
“Untuk ruang ganti, fasilitas tim tamu sudah selesai direhabilitasi, sedangkan ruang ganti tuan rumah masih kita kerjakan,” ungkap Hadri.
Meski demikian, perhatian utama pengelola saat ini tertuju pada pemeliharaan rumput lapangan. Kondisi permukaan lapangan menjadi faktor penting yang harus dipastikan optimal sebelum pertandingan berlangsung.
Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar satu bulan, pengelola berencana menutup stadion dari aktivitas penggunaan untuk sementara waktu. Penutupan tersebut diperkirakan berlangsung selama 20 hari sebelum pertandingan agar proses pemeliharaan rumput dapat berjalan maksimal.
“Waktu yang tersedia harus kita manfaatkan sebaik mungkin, terutama untuk menjaga kualitas rumput agar lebih optimal," pungkasnya. (adv)
Penilaian ini menjadi modal positif bagi Persikutim United menjelang bergulirnya kompetisi. Meski masih terdapat beberapa fasilitas yang perlu dibenahi, perbaikan yang dibutuhkan dinilai bersifat minor dan tidak mencakup seluruh bagian stadion.
Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olahraga Kudungga Dispora Kutim, Hadri Nirwan mengatakan, secara umum fasilitas stadion sudah memadai untuk menunjang penyelenggaraan pertandingan sepak bola tingkat nasional.
“Dari hasil peninjauan, secara prinsip Stadion Kudungga sangat layak digunakan untuk pertandingan Liga 3," ujarnya.
Bahkan, beberapa fasilitas yang tersedia sudah memenuhi standar Liga 2, sehingga pembenahan yang diperlukan lebih kepada penyempurnaan. Inspeksi tim i-League mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari kualitas dan kerataan rumput lapangan, kelayakan tribun penonton, hingga kelengkapan ruang ganti pemain dan ruang wasit. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan stadion siap digunakan sesuai kebutuhan kompetisi.
Stadion Kudungga telah dilengkapi lampu dengan intensitas 1.200 lux yang disebut memenuhi standar Liga 2. Fasilitas pendukung lainnya juga tersedia, termasuk papan sponsor sepanjang 1.110 meter dan papan skor untuk menunjang jalannya pertandingan.
“Untuk fasilitas penerangan, kita sudah memiliki lampu dengan spesifikasi 1.200 lux. Selain itu, papan sponsor dan papan skor juga tersedia untuk mendukung kebutuhan pertandingan,” jelasnya.
Kapasitas penonton turut menjadi salah satu keunggulan stadion kebanggaan masyarakat Kutim tersebut. Stadion Kudungga diperkirakan mampu menampung sekitar 7.500 penonton, dengan fasilitas 2.000 kursi tunggal atau single seat serta lebih dari 4.000 tempat duduk di tribun terbuka.
Dari sisi fasilitas pemain dan perangkat pertandingan, sejumlah pekerjaan telah dilakukan. Ruang ganti pemain tim tamu sudah direhabilitasi, sedangkan ruang ganti tim tuan rumah masih dalam tahap pengerjaan.
Pengelola juga menyiapkan 40 kursi bench untuk pemain cadangan dan ofisial kedua tim. Adapun ruang wasit telah dilengkapi akses toilet di dalam ruangan guna menunjang kenyamanan dan menjaga kebutuhan privasi perangkat pertandingan.
“Untuk ruang ganti, fasilitas tim tamu sudah selesai direhabilitasi, sedangkan ruang ganti tuan rumah masih kita kerjakan,” ungkap Hadri.
Meski demikian, perhatian utama pengelola saat ini tertuju pada pemeliharaan rumput lapangan. Kondisi permukaan lapangan menjadi faktor penting yang harus dipastikan optimal sebelum pertandingan berlangsung.
Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar satu bulan, pengelola berencana menutup stadion dari aktivitas penggunaan untuk sementara waktu. Penutupan tersebut diperkirakan berlangsung selama 20 hari sebelum pertandingan agar proses pemeliharaan rumput dapat berjalan maksimal.