Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan, fenomena antrean ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan mengingat adanya pembatasan alokasi BBM dari pusat.
"Antrean masih ada, kemungkinan lebih-lebih ke depan karena kuota kita memang dibatasi," kata Sunggono, Selasa (20/10/2026).
Ia menyebut, untuk mengurai permasalahan dan menjaga kondusifitas di lapangan, pihaknya mengimbau secara tegas kepada seluruh pihak khususnya para pelaku usaha dan bisnis agar tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi mobilitas masyarakat umum.
"Kami harap, khususnya pihak-pihak yang tak menggunakan BBM subsidi untuk kepentingan bisnis, kalau bisa menahan diri. Jangan sampai demi kepentingannya mengorbankan masyarakat hingga menyebabkan kegaduhan," tegasnya.
Sunggono menegaskan kesadaran dari para pelaku bisnis untuk membeli BBM non-subsidi sesuai peruntukannya, sehingga distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan masyarakat tidak perlu mengalami kelangkaan atau antrean yang mengular di SPBU. (adv)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan, fenomena antrean ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan mengingat adanya pembatasan alokasi BBM dari pusat.
"Antrean masih ada, kemungkinan lebih-lebih ke depan karena kuota kita memang dibatasi," kata Sunggono, Selasa (20/10/2026).
Ia menyebut, untuk mengurai permasalahan dan menjaga kondusifitas di lapangan, pihaknya mengimbau secara tegas kepada seluruh pihak khususnya para pelaku usaha dan bisnis agar tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi mobilitas masyarakat umum.
"Kami harap, khususnya pihak-pihak yang tak menggunakan BBM subsidi untuk kepentingan bisnis, kalau bisa menahan diri. Jangan sampai demi kepentingannya mengorbankan masyarakat hingga menyebabkan kegaduhan," tegasnya.
Sunggono menegaskan kesadaran dari para pelaku bisnis untuk membeli BBM non-subsidi sesuai peruntukannya, sehingga distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan masyarakat tidak perlu mengalami kelangkaan atau antrean yang mengular di SPBU. (adv)