Stand Dispar Kutim tampil dengan penataan visual modern dan menjadi salah satu magnet pengunjung selama pameran berlangsung. Anjungan tersebut menampilkan keindahan bentang alam dan kekayaan cagar budaya Kutim, serta mempromosikan produk unggulan Pojok Ekonomi Kreatif (Ekraf) karya pelaku seni dan pengrajin lokal.
“Alhamdulillah kami bersyukur atas penghargaan Juara 3 ini. Ini bukan sekadar prestasi tetapi hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan para pelaku ekonomi kreatif yang terlibat,” ujar Kadispar Kutim, Mahriadi.
Dalam penilaian juri, Dispar Kutim mengumpulkan skor 7.050. Posisi pertama diraih Sekretariat Kabupaten dengan skor 7.800, disusul Dinas Perkim di posisi kedua dengan skor 7.470. Pihaknya menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Konsep anjungan dirancang agar tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bermanfaat bagi pengunjung.
“Kami ingin stand ini interaktif dan informatif. Pengunjung bisa mengenal destinasi wisata, seni budaya hingga cagar budaya,” ujarnya.
Keterlibatan pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian penting dari strategi promosi pariwisata daerah. Pariwisata dan ekonomi kreatif tidak bisa dipisahkan.
Lewat stand ini, produk-produk lokal diperkenalkan kepada masyarakat luas sehingga ikut menggerakkan ekonomi mereka. Meski puas dengan hasil tersebut, ia menegaskan pihaknya tidak akan berhenti berinovasi.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk tampil lebih baik lagi. Tahun depan kami akan terus berinovasi agar ruang promosi pariwisata makin informatif, edukatif dan menghibur,” tegasnya.
Capaian ini dapat memperkuat promosi pariwisata daerah dan memacu kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pihaknya mengajak semua pihak, mulai dari pelaku ekraf, komunitas, hingga pemerintah untuk terus bergandengan tangan.
“Dengan begitu destinasi wisata Kutim bisa makin berdaya saing, bahkan hingga tingkat global,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin
Stand Dispar Kutim tampil dengan penataan visual modern dan menjadi salah satu magnet pengunjung selama pameran berlangsung. Anjungan tersebut menampilkan keindahan bentang alam dan kekayaan cagar budaya Kutim, serta mempromosikan produk unggulan Pojok Ekonomi Kreatif (Ekraf) karya pelaku seni dan pengrajin lokal.
“Alhamdulillah kami bersyukur atas penghargaan Juara 3 ini. Ini bukan sekadar prestasi tetapi hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan para pelaku ekonomi kreatif yang terlibat,” ujar Kadispar Kutim, Mahriadi.
Dalam penilaian juri, Dispar Kutim mengumpulkan skor 7.050. Posisi pertama diraih Sekretariat Kabupaten dengan skor 7.800, disusul Dinas Perkim di posisi kedua dengan skor 7.470. Pihaknya menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Konsep anjungan dirancang agar tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bermanfaat bagi pengunjung.
“Kami ingin stand ini interaktif dan informatif. Pengunjung bisa mengenal destinasi wisata, seni budaya hingga cagar budaya,” ujarnya.
Keterlibatan pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian penting dari strategi promosi pariwisata daerah. Pariwisata dan ekonomi kreatif tidak bisa dipisahkan.
Lewat stand ini, produk-produk lokal diperkenalkan kepada masyarakat luas sehingga ikut menggerakkan ekonomi mereka. Meski puas dengan hasil tersebut, ia menegaskan pihaknya tidak akan berhenti berinovasi.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk tampil lebih baik lagi. Tahun depan kami akan terus berinovasi agar ruang promosi pariwisata makin informatif, edukatif dan menghibur,” tegasnya.
Capaian ini dapat memperkuat promosi pariwisata daerah dan memacu kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pihaknya mengajak semua pihak, mulai dari pelaku ekraf, komunitas, hingga pemerintah untuk terus bergandengan tangan.
“Dengan begitu destinasi wisata Kutim bisa makin berdaya saing, bahkan hingga tingkat global,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin