Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) memanfaatkan ajang Pekan Raya Kutim Expo 2026 untuk memperkenalkan capaian pendidikan sekaligus kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.
2 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) memanfaatkan ajang Pekan Raya Kutim Expo 2026 untuk memperkenalkan capaian pendidikan sekaligus kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.
Melalui stand pameran, Disdikbud Kutim menghadirkan berbagai informasi dan kegiatan yang menggambarkan perkembangan dunia pendidikan serta upaya pelestarian kebudayaan di Kutim.
Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Kutim, Abbas Husaini mengatakan, stan tersebut dirancang dengan menggabungkan dua bidang utama, yakni pendidikan dan kebudayaan. Konsep ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai program dan hasil kerja yang telah dicapai.
“Stan ini kami konsep untuk memperlihatkan dua sisi, yaitu pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.
Sehingga pengunjung bisa melihat perkembangan pendidikan sekaligus mengenal kekayaan budaya yang dimiliki Kutim. Sektor pendidikan menghadirkan ruang literasi yang dilengkapi dengan perpustakaan serta informasi mengenai berbagai prestasi peserta didik dari sejumlah jenjang sekolah.
Pengunjung juga dapat mengikuti kuis edukatif yang disiapkan untuk menarik minat siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif.
“Kami ingin stan ini tidak hanya menjadi tempat untuk melihat informasi tetapi juga memberikan pengalaman belajar,” ujarnya.
Sehingga ada perpustakaan, informasi prestasi sekolah, hingga kuis yang bisa diikuti para siswa. Tak hanya berfokus pada pendidikan formal, stand Disdikbud juga menampilkan berbagai unsur kebudayaan daerah.
“Kehadiran unsur budaya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi dan warisan lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Melalui pameran ini, pengunjung diharapkan semakin mengenal identitas budaya Kutim serta memiliki kepedulian untuk menjaga dan melestarikannya di tengah perkembangan zaman. Pendidikan dan kebudayaan harus berjalan beriringan.
“Kami ingin generasi muda mengenal budaya daerahnya sendiri dan memiliki kebanggaan terhadap warisan yang kita miliki,” ungkap Abbas.
Keikutsertaan Disdikbud Kutim dalam Pekan Raya Kutim Expo 2026 juga menjadi kesempatan untuk mendekatkan layanan pendidikan dan kebudayaan kepada masyarakat.
Ia mengajak para orang tua, pelajar, serta masyarakat umum untuk mengunjungi stan Disdikbud guna memperoleh informasi sekaligus melihat secara langsung beragam hasil karya dan capaian di bidang pendidikan maupun kebudayaan.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih jauh program pendidikan, prestasi peserta didik serta kebudayaan,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin
Melalui stand pameran, Disdikbud Kutim menghadirkan berbagai informasi dan kegiatan yang menggambarkan perkembangan dunia pendidikan serta upaya pelestarian kebudayaan di Kutim.
Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Kutim, Abbas Husaini mengatakan, stan tersebut dirancang dengan menggabungkan dua bidang utama, yakni pendidikan dan kebudayaan. Konsep ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai program dan hasil kerja yang telah dicapai.
“Stan ini kami konsep untuk memperlihatkan dua sisi, yaitu pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.
Sehingga pengunjung bisa melihat perkembangan pendidikan sekaligus mengenal kekayaan budaya yang dimiliki Kutim. Sektor pendidikan menghadirkan ruang literasi yang dilengkapi dengan perpustakaan serta informasi mengenai berbagai prestasi peserta didik dari sejumlah jenjang sekolah.

Pengunjung juga dapat mengikuti kuis edukatif yang disiapkan untuk menarik minat siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif.
“Kami ingin stan ini tidak hanya menjadi tempat untuk melihat informasi tetapi juga memberikan pengalaman belajar,” ujarnya.
Sehingga ada perpustakaan, informasi prestasi sekolah, hingga kuis yang bisa diikuti para siswa. Tak hanya berfokus pada pendidikan formal, stand Disdikbud juga menampilkan berbagai unsur kebudayaan daerah.
“Kehadiran unsur budaya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi dan warisan lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Melalui pameran ini, pengunjung diharapkan semakin mengenal identitas budaya Kutim serta memiliki kepedulian untuk menjaga dan melestarikannya di tengah perkembangan zaman. Pendidikan dan kebudayaan harus berjalan beriringan.
“Kami ingin generasi muda mengenal budaya daerahnya sendiri dan memiliki kebanggaan terhadap warisan yang kita miliki,” ungkap Abbas.
Keikutsertaan Disdikbud Kutim dalam Pekan Raya Kutim Expo 2026 juga menjadi kesempatan untuk mendekatkan layanan pendidikan dan kebudayaan kepada masyarakat.
Ia mengajak para orang tua, pelajar, serta masyarakat umum untuk mengunjungi stan Disdikbud guna memperoleh informasi sekaligus melihat secara langsung beragam hasil karya dan capaian di bidang pendidikan maupun kebudayaan.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih jauh program pendidikan, prestasi peserta didik serta kebudayaan,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 53 km utara Ruteng, Manggarai
14 Okt 2026, 17:30:57 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG