Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda (ITKES WHS) mewisuda 511 lulusan dari program diploma, sarjana, sarjana terapan, dan profesi pada Tahun Akademik 2025/2026.
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda (ITKES WHS) mewisuda 511 lulusan dari program diploma, sarjana, sarjana terapan, dan profesi pada Tahun Akademik 2025/2026.
Prosesi wisuda yang digelar di Plenary Hall Sempaja, Samarinda, Rabu (14/10/2026), menjadi momentum bagi para lulusan untuk mengawali pengabdian kepada masyarakat sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Rektor ITKES WHS, Khoirul Anam, menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi juga dukungan dan doa dari orang tua, keluarga, dosen, serta seluruh civitas akademika. Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dari total 511 wisudawan, sebanyak 47 orang berasal dari Program Studi Sarjana Keperawatan, 10 orang dari Diploma Tiga Analis Kesehatan, 67 orang dari Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, 96 orang dari Sarjana Kebidanan, 45 orang dari Sarjana Fisioterapi, dan sembilan orang dari Program Studi Administrasi Kesehatan.
Sementara itu, lulusan pendidikan profesi terdiri atas 91 orang dari Profesi Bidan dan 147 orang dari Profesi Ners. Secara keseluruhan, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,75.
Khoirul ingin, para lulusan mampu menjadi tenaga profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi keilmuan, tetapi juga memiliki karakter humanis, adaptif, serta menjunjung tinggi etika profesi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat, teruslah belajar, beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta mengembangkan kreativitas dan literasi digital,” pesannya.
Ia juga menegaskan, ITKES WHS berkomitmen menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Komitmen tersebut didukung oleh pengembangan fasilitas pendidikan.
Saat ini, kampus telah menyiapkan gedung enam lantai yang akan difungsikan untuk mendukung pembelajaran, meliputi mini hospital, laboratorium terpadu, laboratorium virtual reality, pusat Objective Structured Clinical Examination (OSCE), serta ruang belajar lainnya.
“Kampus juga mengembangkan gedung pascasarjana untuk menunjang peningkatan kualitas pendidikan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Khoirul menuturkan pada tahun akademik 2025/2026, ITKES WHS tercatat memiliki 2.541 mahasiswa aktif yang tersebar di 10 program studi. Untuk mendukung kegiatan akademik, institusi ini memiliki 60 dosen tetap, dengan 42 orang bergelar magister (S2) dan delapan orang bergelar doktor (S3). Sebanyak 10 dosen lainnya tengah melanjutkan pendidikan doktoral.
“Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kita terus mendorong produktivitas dosen dan mahasiswa melalui publikasi ilmiah, seminar kesehatan, serta berbagai program pengabdian,” katanya.
Dukungan juga menurutnya diberikan melalui hibah internal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pendanaan publikasi ilmiah pada jurnal terindeks Scopus dan Sinta. Selain itu penguatan kualitas pendidikan turut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai institusi.
“ITKES WHS telah menjalin 186 kerja sama dalam negeri yang mencakup pemerintah, rumah sakit, praktik mandiri, organisasi profesi, institusi pendidikan, dan lembaga penelitian,” tuturnya.
Adapun kerja sama internasional ungkapnya telah terjalin dengan 13 perguruan tinggi di Thailand, Taiwan, Malaysia, dan Filipina. Oleh karena itu dengan kemitraan tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan akademik sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Sementara itu dalam mendukung peningkatan akses pendidikan tinggi, ITKES WHS juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program Beasiswa Gratispol sejak April 2025. Khoirul menyebutkan, saat ini sekitar 1.090 mahasiswa di kampus tersebut menerima manfaat program beasiswa itu.
“Dengan adanya dukungan ini menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas SDM di Benua Etam,” jelasnya.
Sedangkan dari sisi pengembangan kelembagaan, ITKES WHS kata Khoirul mencatat sejumlah capaian pada 2026. Salah satunya melalui reakreditasi Program Studi Sarjana Fisioterapi pada Juni 2026 yang memperoleh predikat Unggul dengan masa berlaku empat tahun. Sementara itu, reakreditasi Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners masih menunggu jadwal asesmen lapangan.
“Selain meningkatkan mutu program studi yang telah berjalan, kampus juga mengembangkan empat program studi baru, yakni Magister Kesehatan Reproduksi, Sarjana Bahasa dan Kebudayaan Inggris, Sarjana Sistem dan Teknologi Informasi, serta Profesi Fisioterapi yang masih menunggu penerbitan izin operasional,” jelasnya.
Melalui pengembangan tersebut Khoirul menekankan ini menjadi bagian dari strategi institusi untuk memperluas bidang keilmuan. Sehingga tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga bahasa, teknologi, dan disiplin ilmu lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan global.
Khoirul menekankan, berbagai upaya pengembangan fasilitas, sumber daya manusia, kerja sama, dan program akademik tersebut diarahkan untuk mendukung transformasi kelembagaan ITKES WHS menuju Universitas Wiyata Samarinda.
“Kita berharap, pengembangan institusi dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, kampus tidak hanya mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga menghasilkan SDM yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan berdaya saing,” tambahnya.
Khoirul juga berpesan, kepada seluruh lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater melalui sikap, integritas, dan kualitas profesional dalam menjalankan pengabdian.
“Di mana pun Saudara berada, nama baik almamater tercermin melalui sikap dan kualitas para alumninya,” pungkasnya. (adv)
Prosesi wisuda yang digelar di Plenary Hall Sempaja, Samarinda, Rabu (14/10/2026), menjadi momentum bagi para lulusan untuk mengawali pengabdian kepada masyarakat sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Rektor ITKES WHS, Khoirul Anam, menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi juga dukungan dan doa dari orang tua, keluarga, dosen, serta seluruh civitas akademika. Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dari total 511 wisudawan, sebanyak 47 orang berasal dari Program Studi Sarjana Keperawatan, 10 orang dari Diploma Tiga Analis Kesehatan, 67 orang dari Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, 96 orang dari Sarjana Kebidanan, 45 orang dari Sarjana Fisioterapi, dan sembilan orang dari Program Studi Administrasi Kesehatan.
Sementara itu, lulusan pendidikan profesi terdiri atas 91 orang dari Profesi Bidan dan 147 orang dari Profesi Ners. Secara keseluruhan, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,75.
Khoirul ingin, para lulusan mampu menjadi tenaga profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi keilmuan, tetapi juga memiliki karakter humanis, adaptif, serta menjunjung tinggi etika profesi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat, teruslah belajar, beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta mengembangkan kreativitas dan literasi digital,” pesannya.
Ia juga menegaskan, ITKES WHS berkomitmen menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Komitmen tersebut didukung oleh pengembangan fasilitas pendidikan.
Saat ini, kampus telah menyiapkan gedung enam lantai yang akan difungsikan untuk mendukung pembelajaran, meliputi mini hospital, laboratorium terpadu, laboratorium virtual reality, pusat Objective Structured Clinical Examination (OSCE), serta ruang belajar lainnya.
“Kampus juga mengembangkan gedung pascasarjana untuk menunjang peningkatan kualitas pendidikan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Khoirul menuturkan pada tahun akademik 2025/2026, ITKES WHS tercatat memiliki 2.541 mahasiswa aktif yang tersebar di 10 program studi. Untuk mendukung kegiatan akademik, institusi ini memiliki 60 dosen tetap, dengan 42 orang bergelar magister (S2) dan delapan orang bergelar doktor (S3). Sebanyak 10 dosen lainnya tengah melanjutkan pendidikan doktoral.






“Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kita terus mendorong produktivitas dosen dan mahasiswa melalui publikasi ilmiah, seminar kesehatan, serta berbagai program pengabdian,” katanya.
Dukungan juga menurutnya diberikan melalui hibah internal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pendanaan publikasi ilmiah pada jurnal terindeks Scopus dan Sinta. Selain itu penguatan kualitas pendidikan turut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai institusi.
“ITKES WHS telah menjalin 186 kerja sama dalam negeri yang mencakup pemerintah, rumah sakit, praktik mandiri, organisasi profesi, institusi pendidikan, dan lembaga penelitian,” tuturnya.
Adapun kerja sama internasional ungkapnya telah terjalin dengan 13 perguruan tinggi di Thailand, Taiwan, Malaysia, dan Filipina. Oleh karena itu dengan kemitraan tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan akademik sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Sementara itu dalam mendukung peningkatan akses pendidikan tinggi, ITKES WHS juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program Beasiswa Gratispol sejak April 2025. Khoirul menyebutkan, saat ini sekitar 1.090 mahasiswa di kampus tersebut menerima manfaat program beasiswa itu.
“Dengan adanya dukungan ini menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas SDM di Benua Etam,” jelasnya.
Sedangkan dari sisi pengembangan kelembagaan, ITKES WHS kata Khoirul mencatat sejumlah capaian pada 2026. Salah satunya melalui reakreditasi Program Studi Sarjana Fisioterapi pada Juni 2026 yang memperoleh predikat Unggul dengan masa berlaku empat tahun. Sementara itu, reakreditasi Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners masih menunggu jadwal asesmen lapangan.
“Selain meningkatkan mutu program studi yang telah berjalan, kampus juga mengembangkan empat program studi baru, yakni Magister Kesehatan Reproduksi, Sarjana Bahasa dan Kebudayaan Inggris, Sarjana Sistem dan Teknologi Informasi, serta Profesi Fisioterapi yang masih menunggu penerbitan izin operasional,” jelasnya.
Melalui pengembangan tersebut Khoirul menekankan ini menjadi bagian dari strategi institusi untuk memperluas bidang keilmuan. Sehingga tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga bahasa, teknologi, dan disiplin ilmu lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan global.
Khoirul menekankan, berbagai upaya pengembangan fasilitas, sumber daya manusia, kerja sama, dan program akademik tersebut diarahkan untuk mendukung transformasi kelembagaan ITKES WHS menuju Universitas Wiyata Samarinda.
“Kita berharap, pengembangan institusi dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, kampus tidak hanya mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga menghasilkan SDM yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan berdaya saing,” tambahnya.
Khoirul juga berpesan, kepada seluruh lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater melalui sikap, integritas, dan kualitas profesional dalam menjalankan pengabdian.
“Di mana pun Saudara berada, nama baik almamater tercermin melalui sikap dan kualitas para alumninya,” pungkasnya. (adv)


Pusat gempa berada di laut 53 km utara Ruteng, Manggarai
14 Okt 2026, 17:30:57 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG