Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Batu-Batu, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan perkembangan positif.
2 menit baca3 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Batu-Batu, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan perkembangan positif.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar kini tengah menunggu proses lanjutan dari Kementerian Sosial (Kemensos) setelah berkas lokasi pembangunan resmi diajukan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen penuh mematangkan persiapan proyek tersebut, salah satunya dengan memperluas area pembangunan untuk memastikan fasilitas yang akan terbangun memadai.
“Pemkab Kukar sebelumnya sudah menyiapkan lahan sekitar lima hektare, tapi luasan itu bertambah sekitar tujuh hektare untuk membangun sekolah ini,” kata Sunggono, Jumat (6/11/2026).
Kata dia, masalah legalitas aset yang sering kali menjadi penghambat pembangunan kini sudah selesai. Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (Dispertaru) Kukar telah menyerahkan sertifikat resmi lahan tersebut kepada Dinas Sosial Kukar pada Agustus 2026 lalu.
Dengan kepastian hukum atas tanah ini, Pemkab Kukar tinggal selangkah lagi untuk memulai tahapan fisik begitu mendapat persetujuan pusat.
Ia menilai, sekolah ini tidak dirancang seperti sekolah reguler pada umumnya, tetapi sebuah kawasan pendidikan terpadu yang memayungi jenjang SD, SMP, hingga SMA. Konsep yang diusung berorientasi pada kemandirian dan kenyamanan siswa.
“Sekolah ini nantinya ada SD, SMP, dan SMAnya,” ungkapnya.
Selain ruang kelas modular, area seluas sekitar hektare ini nantinya akan dilengkapi dengan, Asrama siswa, fasilitas olahraga terintegrasi, aula pertemuan utama, lahan praktik pertanian terpadu serta rumah dinas untuk tempat tinggal guru.
Kawasan pendidikan ini diproyeksikan mampu menampung kapasitas antara 800 hingga 1.000 siswa. Tetapi, tidak semua kalangan bisa mengaksesnya secara bebas. Sasaran utama sekolah berasrama ini akan diisi oleh anak-anak dari keluarga kurang mampu serta kelompok kesejahteraan sosial yang masuk skala prioritas pemerintah.
Sementara itu, kriteria seleksi calon siswa akan merujuk langsung pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya yang berada di kluster ekonomi terbawah.
Sunggono berharap seluruh sisa tahapan administrasi di kementerian bisa selesai tanpa hambatan dalam waktu dekat. Ia menargetkan pengerjaan konstruksi fisik di lapangan sudah bisa dimulai dalam waktu dekat. “Kita berharap tahun depan bisa terbangun,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar kini tengah menunggu proses lanjutan dari Kementerian Sosial (Kemensos) setelah berkas lokasi pembangunan resmi diajukan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen penuh mematangkan persiapan proyek tersebut, salah satunya dengan memperluas area pembangunan untuk memastikan fasilitas yang akan terbangun memadai.
“Pemkab Kukar sebelumnya sudah menyiapkan lahan sekitar lima hektare, tapi luasan itu bertambah sekitar tujuh hektare untuk membangun sekolah ini,” kata Sunggono, Jumat (6/11/2026).
Kata dia, masalah legalitas aset yang sering kali menjadi penghambat pembangunan kini sudah selesai. Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (Dispertaru) Kukar telah menyerahkan sertifikat resmi lahan tersebut kepada Dinas Sosial Kukar pada Agustus 2026 lalu.

Dengan kepastian hukum atas tanah ini, Pemkab Kukar tinggal selangkah lagi untuk memulai tahapan fisik begitu mendapat persetujuan pusat.
Ia menilai, sekolah ini tidak dirancang seperti sekolah reguler pada umumnya, tetapi sebuah kawasan pendidikan terpadu yang memayungi jenjang SD, SMP, hingga SMA. Konsep yang diusung berorientasi pada kemandirian dan kenyamanan siswa.
“Sekolah ini nantinya ada SD, SMP, dan SMAnya,” ungkapnya.
Selain ruang kelas modular, area seluas sekitar hektare ini nantinya akan dilengkapi dengan, Asrama siswa, fasilitas olahraga terintegrasi, aula pertemuan utama, lahan praktik pertanian terpadu serta rumah dinas untuk tempat tinggal guru.
Kawasan pendidikan ini diproyeksikan mampu menampung kapasitas antara 800 hingga 1.000 siswa. Tetapi, tidak semua kalangan bisa mengaksesnya secara bebas. Sasaran utama sekolah berasrama ini akan diisi oleh anak-anak dari keluarga kurang mampu serta kelompok kesejahteraan sosial yang masuk skala prioritas pemerintah.
Sementara itu, kriteria seleksi calon siswa akan merujuk langsung pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya yang berada di kluster ekonomi terbawah.
Sunggono berharap seluruh sisa tahapan administrasi di kementerian bisa selesai tanpa hambatan dalam waktu dekat. Ia menargetkan pengerjaan konstruksi fisik di lapangan sudah bisa dimulai dalam waktu dekat. “Kita berharap tahun depan bisa terbangun,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin






1.226 kali dibaca

Pusat gempa berada di darat 130 km barat laut Kep. Mentawai
06 Nov 2026, 17:30:55 WIB • Kedalaman 17 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG