Sejumlah lapak UMKM terlihat mengisi hampir seluruh area kolong Lamin di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok. Beragam produk ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari pakaian, cendera mata khas Kubar, kerajinan tangan, tenun ulap doyo, aksesori bermotif Dayak hingga aneka makanan dan minuman.
Kehadiran lapak tersebut membuat kawasan TBS tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertunjukan dan kegiatan perayaan, tetapi juga ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
Momentum ini dimanfaatkan pedagang untuk menjangkau konsumen dari berbagai kecamatan yang datang menghadiri rangkaian Dahau. Terlebih, kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut menghadirkan beragam agenda yang menarik kunjungan masyarakat.
Ketua Panitia HUT ke-27 Kubar, Yustinus Giri, mengatakan keterlibatan pelaku UMKM memang menjadi salah satu perhatian panitia. Meski perayaan tahun ini dikemas dengan konsep sederhana, kesempatan bagi pedagang lokal untuk berjualan tetap disediakan.
“Di depan kita ini adalah UMKM yang kita rangkul. Mereka juga memberikan sumbangsih untuk meramaikan kegiatan ini,” ujar Giri kepada Korankaltim.com, Kamis (5/11/2026).
Ruang promosi tersebut juga dimanfaatkan para pengrajin produk tradisional, salah satunya tenun ulap doyo dan kerajinan manik-manik. Produk yang memiliki ciri khas budaya lokal ini menjadi bagian dari kekayaan kerajinan Kubar yang diperkenalkan kepada pengunjung.
Udau (42), salah seorang pengrajin tenun doyo dan manik-manik, mengaku bersyukur karena pemerintah daerah tetap menyediakan stan bagi pelaku UMKM selama perayaan berlangsung.
Menurutnya, momen HUT Kubar menjadi kesempatan yang ditunggu para pedagang karena pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari sekitar Sendawar, tetapi juga berbagai kecamatan.
“Kami sangat bersyukur stan UMKM tetap disediakan di TBS. Momen HUT Kubar ini selalu kami tunggu karena pengunjung dari berbagai kecamatan berkumpul di sini. Jadi, tenun ulap doyo dan kerajinan manik kami bisa lebih dikenal sekaligus berpeluang terjual,” ujarnya.
Selain kerajinan tradisional, aksesori khas Dayak juga menjadi salah satu produk yang ditawarkan pedagang. Berbagai barang seperti gelang batu, kalung bermotif etnik dan mandau hias dipajang untuk menarik perhatian pengunjung.
Eri (49), salah seorang pedagang aksesori di area pameran, mengatakan pertunjukan seni dan budaya yang digelar setiap malam turut mendatangkan pengunjung ke kawasan lapak UMKM. Masyarakat yang awalnya datang untuk menyaksikan pertunjukan kemudian memiliki kesempatan untuk melihat-lihat produk yang dijajakan pedagang.
“Meskipun acaranya sederhana, peminat aksesori etnik seperti gelang batu, kalung taring ukir dan mandau hias tetap ramai. Apalagi pertunjukan tari berlangsung setiap malam, sehingga pengunjung yang datang menonton juga bisa mampir untuk melihat dan membeli oleh-oleh,” katanya.
Keterlibatan pelaku UMKM dalam perayaan Dahau menjadi salah satu cara mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas. Selain membantu pedagang memanfaatkan keramaian kegiatan, keberadaan stan tersebut juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal beragam produk kerajinan dan usaha lokal Kubar. (Adv) T3 - Perekonomian
Sejumlah lapak UMKM terlihat mengisi hampir seluruh area kolong Lamin di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok. Beragam produk ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari pakaian, cendera mata khas Kubar, kerajinan tangan, tenun ulap doyo, aksesori bermotif Dayak hingga aneka makanan dan minuman.
Kehadiran lapak tersebut membuat kawasan TBS tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertunjukan dan kegiatan perayaan, tetapi juga ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
Momentum ini dimanfaatkan pedagang untuk menjangkau konsumen dari berbagai kecamatan yang datang menghadiri rangkaian Dahau. Terlebih, kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut menghadirkan beragam agenda yang menarik kunjungan masyarakat.
Ketua Panitia HUT ke-27 Kubar, Yustinus Giri, mengatakan keterlibatan pelaku UMKM memang menjadi salah satu perhatian panitia. Meski perayaan tahun ini dikemas dengan konsep sederhana, kesempatan bagi pedagang lokal untuk berjualan tetap disediakan.
“Di depan kita ini adalah UMKM yang kita rangkul. Mereka juga memberikan sumbangsih untuk meramaikan kegiatan ini,” ujar Giri kepada Korankaltim.com, Kamis (5/11/2026).
Ruang promosi tersebut juga dimanfaatkan para pengrajin produk tradisional, salah satunya tenun ulap doyo dan kerajinan manik-manik. Produk yang memiliki ciri khas budaya lokal ini menjadi bagian dari kekayaan kerajinan Kubar yang diperkenalkan kepada pengunjung.
Udau (42), salah seorang pengrajin tenun doyo dan manik-manik, mengaku bersyukur karena pemerintah daerah tetap menyediakan stan bagi pelaku UMKM selama perayaan berlangsung.
Menurutnya, momen HUT Kubar menjadi kesempatan yang ditunggu para pedagang karena pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari sekitar Sendawar, tetapi juga berbagai kecamatan.
“Kami sangat bersyukur stan UMKM tetap disediakan di TBS. Momen HUT Kubar ini selalu kami tunggu karena pengunjung dari berbagai kecamatan berkumpul di sini. Jadi, tenun ulap doyo dan kerajinan manik kami bisa lebih dikenal sekaligus berpeluang terjual,” ujarnya.
Selain kerajinan tradisional, aksesori khas Dayak juga menjadi salah satu produk yang ditawarkan pedagang. Berbagai barang seperti gelang batu, kalung bermotif etnik dan mandau hias dipajang untuk menarik perhatian pengunjung.
Eri (49), salah seorang pedagang aksesori di area pameran, mengatakan pertunjukan seni dan budaya yang digelar setiap malam turut mendatangkan pengunjung ke kawasan lapak UMKM. Masyarakat yang awalnya datang untuk menyaksikan pertunjukan kemudian memiliki kesempatan untuk melihat-lihat produk yang dijajakan pedagang.
“Meskipun acaranya sederhana, peminat aksesori etnik seperti gelang batu, kalung taring ukir dan mandau hias tetap ramai. Apalagi pertunjukan tari berlangsung setiap malam, sehingga pengunjung yang datang menonton juga bisa mampir untuk melihat dan membeli oleh-oleh,” katanya.