Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, memastikan seluruh festival budaya dan agenda pariwisata daerah tetap berjalan pada 2027.
1 menit baca3 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, memastikan seluruh festival budaya dan agenda pariwisata daerah tetap berjalan pada 2027.
Keputusan ini diambil di tengah langkah pemerintah daerah yang sedang melakukan penyesuaian dan pengetatan anggaran.
Rendi mengatakan, keterbatasan dana tidak boleh menjadi alasan untuk mematikan kreativitas dan memotong kalender pariwisata daerah.
“Kita akan susun kalender event 2027 lebih dulu, baru kita periksa satu persatu, skalanya disesuaikan, intinya kita ingin kegiatan tetap ada,” kata Rendi, Jumat (6/11/2026).
Kata dia, pandangan keliru yang menganggap festival daerah sekadar pesta hiburan hura-hura. Ia menekankan setiap acara kebudayaan yang digelar merupakan ladang mata pencaharian nyata bagi pelaku UMKM, pedagang kecil, dan pekerja kreatif.
“Menghapus agenda-agenda ini dinilai akan langsung berdampak pada perekonomian masyarakat yang selama ini bergantung pada keramaian acara di event-event pariwisata,” ujarnya.
Antusiasme masif masyarakat pada gelaran Pesta Laut menjadi bukti nyata betapa pentingnya ruang-ruang publik seperti ini dipertahankan. “Kita menargetkan kemeriahan serupa bisa diduplikasi secara merata ke seluruh 20 kecamatan khususnya di Kukar,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk Festival Adat Erau, Pemkab Kukar menaruh perhatian yang jauh lebih besar. Status Erau yang sudah menembus Kalender Event Nasional (KEN) membuat gengsi dan nilai jual kebudayaan Kukar di mata dunia semakin tinggi. Rendi pun menuntut pelaksanaan Erau pada 2027 harus tampil jauh lebih spektakuler dari pelaksanaan sebelumnya.
“Erau wajib ada di 2027 mendatang, bahkan harus lebih bagus dari sebelumnya. Sudah lama kita perjuangkan supaya kalender nasional, jadi sekarang tugas kita menjaganya agar tetap ada dan semakin baik,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin
Keputusan ini diambil di tengah langkah pemerintah daerah yang sedang melakukan penyesuaian dan pengetatan anggaran.
Rendi mengatakan, keterbatasan dana tidak boleh menjadi alasan untuk mematikan kreativitas dan memotong kalender pariwisata daerah.
“Kita akan susun kalender event 2027 lebih dulu, baru kita periksa satu persatu, skalanya disesuaikan, intinya kita ingin kegiatan tetap ada,” kata Rendi, Jumat (6/11/2026).
Kata dia, pandangan keliru yang menganggap festival daerah sekadar pesta hiburan hura-hura. Ia menekankan setiap acara kebudayaan yang digelar merupakan ladang mata pencaharian nyata bagi pelaku UMKM, pedagang kecil, dan pekerja kreatif.

“Menghapus agenda-agenda ini dinilai akan langsung berdampak pada perekonomian masyarakat yang selama ini bergantung pada keramaian acara di event-event pariwisata,” ujarnya.
Antusiasme masif masyarakat pada gelaran Pesta Laut menjadi bukti nyata betapa pentingnya ruang-ruang publik seperti ini dipertahankan. “Kita menargetkan kemeriahan serupa bisa diduplikasi secara merata ke seluruh 20 kecamatan khususnya di Kukar,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk Festival Adat Erau, Pemkab Kukar menaruh perhatian yang jauh lebih besar. Status Erau yang sudah menembus Kalender Event Nasional (KEN) membuat gengsi dan nilai jual kebudayaan Kukar di mata dunia semakin tinggi. Rendi pun menuntut pelaksanaan Erau pada 2027 harus tampil jauh lebih spektakuler dari pelaksanaan sebelumnya.
“Erau wajib ada di 2027 mendatang, bahkan harus lebih bagus dari sebelumnya. Sudah lama kita perjuangkan supaya kalender nasional, jadi sekarang tugas kita menjaganya agar tetap ada dan semakin baik,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin






1.226 kali dibaca

Pusat gempa berada di darat 130 km barat laut Kep. Mentawai
06 Nov 2026, 17:30:55 WIB • Kedalaman 17 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG