Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Media Center PPID Kantor Kementerian Agama Kubar, Kecamatan Melak, Jumat (6/11/2026).
Menjelang pelaksanaan yang tinggal beberapa hari, kesiapan lokasi perlombaan hingga pemondokan peserta menjadi perhatian. Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani meminta seluruh panitia memastikan fasilitas yang dibutuhkan siap digunakan sebelum kafilah berdatangan.
Pemondokan peserta, misalnya, harus dipastikan dalam kondisi layak, bersih, dan aman. Begitu pula ketersediaan listrik dan air bersih yang perlu dikoordinasikan dengan PLN dan PDAM agar tidak mengganggu jalannya kegiatan.
“Seluruh tempat perlombaan, panggung utama, dan sarana pendukung harus dipastikan siap sebelum hari pelaksanaan. Jangan sampai ketika kafilah sudah tiba masih ada fasilitas yang belum bisa digunakan,” ujar Nanang.
Pelayanan kesehatan juga menjadi bagian yang perlu disiapkan. Panitia diminta menyediakan tim medis dan posko kesehatan yang siaga selama 24 jam, baik di sekitar lokasi perlombaan maupun tempat penginapan kafilah.
Selain itu, meningkatnya aktivitas masyarakat selama MTQ berlangsung perlu diantisipasi melalui pengaturan lalu lintas dan penyediaan area parkir. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polres Kubar diperlukan agar mobilitas peserta maupun pengunjung tetap lancar.
Nanang juga berharap kehadiran kafilah dan masyarakat dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga Melak. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal didorong untuk terlibat sehingga penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi ajang keagamaan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan MTQ harus mencakup tiga aspek, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi kerakyatan. Karena itu, koordinasi antara panitia kabupaten, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), dan pemerintah kecamatan perlu terus diperkuat.
“Camat Melak selaku tuan rumah agar terus berkomunikasi secara intensif dengan LPTQ dan panitia kabupaten. Mari kita sukseskan MTQ ke-XVIII ini dalam tiga aspek, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi kegiatan,” ujar Nanang.
Sementara itu, Camat Melak Asrin Surianto menjelaskan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan rapat official pada malam 9 November 2026. Agenda berikutnya pada 10 November meliputi pawai taaruf, pelantikan dewan hakim, dan pembukaan resmi oleh Pemerintah Kabupaten Kubar.
“Pada 10 November akan dilaksanakan pawai taaruf, pelantikan dewan hakim, kemudian pembukaan resmi oleh Pemerintah Kabupaten Kubar,” jelas Asrin.
Untuk perlombaan, panitia menyiapkan enam lokasi di Kecamatan Melak, yakni Islamic Center, panggung Kantor Kecamatan Melak, Gedung BPU Kecamatan Melak, Aula Serbaguna Islamic Center, Laboratorium SMK Negeri 1 Sendawar, dan Aula SMA Negeri 1 Melak.
MTQ ke-XVIII ini diharapkan menjadi ajang bagi peserta dari seluruh kecamatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat syiar keagamaan di Kubar. (Adv)
Editor: Erwin
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Media Center PPID Kantor Kementerian Agama Kubar, Kecamatan Melak, Jumat (6/11/2026).
Menjelang pelaksanaan yang tinggal beberapa hari, kesiapan lokasi perlombaan hingga pemondokan peserta menjadi perhatian. Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani meminta seluruh panitia memastikan fasilitas yang dibutuhkan siap digunakan sebelum kafilah berdatangan.
Pemondokan peserta, misalnya, harus dipastikan dalam kondisi layak, bersih, dan aman. Begitu pula ketersediaan listrik dan air bersih yang perlu dikoordinasikan dengan PLN dan PDAM agar tidak mengganggu jalannya kegiatan.
“Seluruh tempat perlombaan, panggung utama, dan sarana pendukung harus dipastikan siap sebelum hari pelaksanaan. Jangan sampai ketika kafilah sudah tiba masih ada fasilitas yang belum bisa digunakan,” ujar Nanang.
Pelayanan kesehatan juga menjadi bagian yang perlu disiapkan. Panitia diminta menyediakan tim medis dan posko kesehatan yang siaga selama 24 jam, baik di sekitar lokasi perlombaan maupun tempat penginapan kafilah.
Selain itu, meningkatnya aktivitas masyarakat selama MTQ berlangsung perlu diantisipasi melalui pengaturan lalu lintas dan penyediaan area parkir. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polres Kubar diperlukan agar mobilitas peserta maupun pengunjung tetap lancar.
Nanang juga berharap kehadiran kafilah dan masyarakat dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga Melak. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal didorong untuk terlibat sehingga penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi ajang keagamaan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan MTQ harus mencakup tiga aspek, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi kerakyatan. Karena itu, koordinasi antara panitia kabupaten, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), dan pemerintah kecamatan perlu terus diperkuat.
“Camat Melak selaku tuan rumah agar terus berkomunikasi secara intensif dengan LPTQ dan panitia kabupaten. Mari kita sukseskan MTQ ke-XVIII ini dalam tiga aspek, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi kegiatan,” ujar Nanang.
Sementara itu, Camat Melak Asrin Surianto menjelaskan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan rapat official pada malam 9 November 2026. Agenda berikutnya pada 10 November meliputi pawai taaruf, pelantikan dewan hakim, dan pembukaan resmi oleh Pemerintah Kabupaten Kubar.
“Pada 10 November akan dilaksanakan pawai taaruf, pelantikan dewan hakim, kemudian pembukaan resmi oleh Pemerintah Kabupaten Kubar,” jelas Asrin.
Untuk perlombaan, panitia menyiapkan enam lokasi di Kecamatan Melak, yakni Islamic Center, panggung Kantor Kecamatan Melak, Gedung BPU Kecamatan Melak, Aula Serbaguna Islamic Center, Laboratorium SMK Negeri 1 Sendawar, dan Aula SMA Negeri 1 Melak.