Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pembangunan daerah membutuhkan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan satu institusi.
2 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pembangunan daerah membutuhkan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan satu institusi.
Pesan tersebut ditegaskan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri, saat membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di lapangan sepak bola Desa Loa Kulu Kota, Selasa (13/10/2026).
Bagi Aulia, TMMD merupakan contoh konkret bagaimana TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menyatukan sumber daya untuk menjawab kebutuhan pembangunan. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri dan hasilnya lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Upacara pembukaan TMMD ke-130 mengangkat tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”. Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Kukar Sunggono, jajaran Kodim 0906/Kukar, unsur kepolisian, kejaksaan, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, para kepala desa, serta perwakilan sejumlah perusahaan. Aulia menyampaikan apresiasi kepada TNI, khususnya Kodim 0906/Kukar, yang terus terlibat dalam upaya percepatan pembangunan. Ia juga mengapresiasi seluruh perangkat daerah dan unsur lintas sektor yang mengambil bagian dalam pelaksanaan TMMD.
“TMMD merupakan contoh konkret bahwa persoalan pembangunan tidak bisa dikerjakan secara sektoral,” kata Aulia dikonfirmasi korankaltim.com, Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan, kerja bersama memungkinkan setiap unsur memberikan kontribusi sesuai peran dan kapasitas masing-masing. Dengan tujuan yang sama, pembangunan diharapkan dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Program TMMD ke-130 di Kukar mencakup peningkatan kualitas jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter, disertai sasaran tambahan berupa pembangunan RTLH, fasilitas MCK, serta kegiatan nonfisik. Rangkaian sasaran tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar dan pemberdayaan masyarakat.
Orang nomor satu Kukar ini berharap sinergi yang terbangun selama pelaksanaan TMMD dapat terus berlanjut setelah program berakhir. Menurutnya, kolaborasi yang efektif perlu menjadi bagian dari pola kerja pembangunan daerah agar manfaatnya tidak terbatas pada satu kegiatan.
“Ketika kita semua berkolaborasi, tentunya manfaat yang akan kita bisa berikan kepada seluruh masyarakat akan lebih besar dan lebih bermanfaat lagi,” harapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga teknis, penyuluh, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang mendukung program tersebut.
Pemkab Kukar berharap pelaksanaan TMMD ke-130 dapat memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menghadirkan hasil pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
“Semangat kebersamaan yang tumbuh dari program ini diharapkan terus menjadi modal dalam membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Aulia. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Pesan tersebut ditegaskan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri, saat membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di lapangan sepak bola Desa Loa Kulu Kota, Selasa (13/10/2026).
Bagi Aulia, TMMD merupakan contoh konkret bagaimana TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menyatukan sumber daya untuk menjawab kebutuhan pembangunan. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri dan hasilnya lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Upacara pembukaan TMMD ke-130 mengangkat tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”. Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Kukar Sunggono, jajaran Kodim 0906/Kukar, unsur kepolisian, kejaksaan, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, para kepala desa, serta perwakilan sejumlah perusahaan. Aulia menyampaikan apresiasi kepada TNI, khususnya Kodim 0906/Kukar, yang terus terlibat dalam upaya percepatan pembangunan. Ia juga mengapresiasi seluruh perangkat daerah dan unsur lintas sektor yang mengambil bagian dalam pelaksanaan TMMD.
“TMMD merupakan contoh konkret bahwa persoalan pembangunan tidak bisa dikerjakan secara sektoral,” kata Aulia dikonfirmasi korankaltim.com, Kamis (15/10/2026).

Ia menegaskan, kerja bersama memungkinkan setiap unsur memberikan kontribusi sesuai peran dan kapasitas masing-masing. Dengan tujuan yang sama, pembangunan diharapkan dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Program TMMD ke-130 di Kukar mencakup peningkatan kualitas jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter, disertai sasaran tambahan berupa pembangunan RTLH, fasilitas MCK, serta kegiatan nonfisik. Rangkaian sasaran tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar dan pemberdayaan masyarakat.
Orang nomor satu Kukar ini berharap sinergi yang terbangun selama pelaksanaan TMMD dapat terus berlanjut setelah program berakhir. Menurutnya, kolaborasi yang efektif perlu menjadi bagian dari pola kerja pembangunan daerah agar manfaatnya tidak terbatas pada satu kegiatan.
“Ketika kita semua berkolaborasi, tentunya manfaat yang akan kita bisa berikan kepada seluruh masyarakat akan lebih besar dan lebih bermanfaat lagi,” harapnya.







Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga teknis, penyuluh, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang mendukung program tersebut.
Pemkab Kukar berharap pelaksanaan TMMD ke-130 dapat memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menghadirkan hasil pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
“Semangat kebersamaan yang tumbuh dari program ini diharapkan terus menjadi modal dalam membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Aulia. (Adv)
Editor: Aspian Nur



Pusat gempa berada di laut 53 km utara Ruteng, Manggarai
14 Okt 2026, 17:30:57 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG