Panitia tuan rumah telah memiliki rancangan maskot secara internal. Namun, penetapan resminya masih menunggu koordinasi dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur agar sesuai dengan kesepakatan penyelenggaraan tingkat provinsi.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto, mengatakan desain maskot sudah ada.
“Maskotnya sudah ada secara internal di tingkat tuan rumah, namun untuk penetapannya harus dikoordinasikan dulu dengan pihak provinsi,” ungkap Dafip dikonfirmasi korankaltim.com, Selasa (13/10/2026).
Dafip mengungkapkan pada rapat persiapan pekan lalu selain membahas maskot juga membahas identitas kegiatan, rapat tersebut mengevaluasi berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan yang menjadi tanggung jawab bidang tiga. Pembahasan melibatkan koordinator bidang dan sejumlah vendor.
Aspek yang dibahas meliputi fasilitas arena lomba, transportasi, penugasan LO, pameran, protokoler, dokumentasi, serta kebutuhan operasional lainnya.
Dafip mengatakan, sejumlah agenda yang telah disusun perlu diselaraskan kembali dengan pekerjaan vendor dan hasil koordinasi antara LPTQ kabupaten dengan LPTQ provinsi.
Hingga saat ini, kesiapan bidang tiga diperkirakan mencapai sekitar 80 persen. Panitia masih menindaklanjuti sejumlah kebutuhan yang memerlukan pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dari sisi venue, hampir seluruh arena yang direncanakan telah siap. Satu lokasi masih akan ditinjau ulang untuk memastikan kelayakannya sebagai tempat pelaksanaan lomba.
Halaman Kantor Bupati Kukar sendiri direncanakan menjadi arena utama kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada awal Desember 2026 di Tenggarong.
Pematangan identitas dan kebutuhan teknis tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan tuan rumah. “Dengan koordinasi yang berkelanjutan, panitia berharap seluruh komponen penyelenggaraan dapat diselesaikan sebelum MTQH ke-46 dimulai,” tegas Dafip. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Panitia tuan rumah telah memiliki rancangan maskot secara internal. Namun, penetapan resminya masih menunggu koordinasi dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur agar sesuai dengan kesepakatan penyelenggaraan tingkat provinsi.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto, mengatakan desain maskot sudah ada.
“Maskotnya sudah ada secara internal di tingkat tuan rumah, namun untuk penetapannya harus dikoordinasikan dulu dengan pihak provinsi,” ungkap Dafip dikonfirmasi korankaltim.com, Selasa (13/10/2026).
Dafip mengungkapkan pada rapat persiapan pekan lalu selain membahas maskot juga membahas identitas kegiatan, rapat tersebut mengevaluasi berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan yang menjadi tanggung jawab bidang tiga. Pembahasan melibatkan koordinator bidang dan sejumlah vendor.
Aspek yang dibahas meliputi fasilitas arena lomba, transportasi, penugasan LO, pameran, protokoler, dokumentasi, serta kebutuhan operasional lainnya.
Dafip mengatakan, sejumlah agenda yang telah disusun perlu diselaraskan kembali dengan pekerjaan vendor dan hasil koordinasi antara LPTQ kabupaten dengan LPTQ provinsi.
Hingga saat ini, kesiapan bidang tiga diperkirakan mencapai sekitar 80 persen. Panitia masih menindaklanjuti sejumlah kebutuhan yang memerlukan pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dari sisi venue, hampir seluruh arena yang direncanakan telah siap. Satu lokasi masih akan ditinjau ulang untuk memastikan kelayakannya sebagai tempat pelaksanaan lomba.
Halaman Kantor Bupati Kukar sendiri direncanakan menjadi arena utama kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada awal Desember 2026 di Tenggarong.
Pematangan identitas dan kebutuhan teknis tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan tuan rumah. “Dengan koordinasi yang berkelanjutan, panitia berharap seluruh komponen penyelenggaraan dapat diselesaikan sebelum MTQH ke-46 dimulai,” tegas Dafip. (Adv)
Editor: Aspian Nur