Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim) menggelar lomba musik tingkilan da rangka memeriahkan pelaksanaan Erau Pelas Adat Benua Kutai Timur 2026 di Rumah Pore Adat Kutai, Sangatta Utara.
2 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim) menggelar lomba musik tingkilan da rangka memeriahkan pelaksanaan Erau Pelas Adat Benua Kutai Timur 2026 di Rumah Pore Adat Kutai, Sangatta Utara.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya melestarikan kesenian tradisional sekaligus memperkenalkan musik khas Kutai kepada generasi muda..Suasana perlombaan berlangsung meriah dengan alunan gambus dan ketipung yang menjadi ciri khas musik tingkilan.
Empat grup orkes tingkilan tampil menunjukkan kemampuan mereka dalam membawakan kesenian tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kutai.
Kepala Dispar Kutim, Mahriadi turut hadir langsung menyaksikan perlombaan tersebut. Ia didampingi Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dian Anggraini.
Mahriadi mengatakan, pelestarian musik tingkilan membutuhkan dukungan berkelanjutan agar kesenian tradisional tersebut tetap dikenal dan diminati masyarakat, terutama kalangan generasi muda.
“Melalui kegiatan seperti ini kita ingin memastikan musik tingkilan tetap hidup di tengah masyarakat," ujarnya.
Tradisi ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga identitas budaya yang harus dijaga dan teruskan kepada generasi berikutnya. Empat grup yang mengikuti kompetisi tersebut yakni Orkes Tingkilan Odah Seni Betuah, Orkes Tingkilan Bengkal, Orkes Tingkilan Laskar Kebangkitan Kutai, serta Orkes Tingkilan Kanak Sangatta.
Masing-masing peserta menampilkan kemampuan bermusik dengan mengedepankan kekhasan tingkilan. Penampilan mereka dinilai oleh tiga dewan juri yang berpengalaman di bidang musik tradisional, yakni Sayid Abdullah, Akhmad Rifanie.dan Ahmad Marzuki.
Kehadiran para juri diharapkan dapat memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif dengan mempertimbangkan kualitas penampilan dan penguasaan musik tradisional.
Selain menjadi ajang kompetisi, Lomba Musik Tingkilan juga diharapkan mampu membuka ruang bagi para pelaku seni untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperluas kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan kebudayaan. Erau menjadi momentum penting untuk memberikan ruang kepada para seniman lokal agar terus berkarya.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif daerah,” kata Mahriadi.
Dispar Kutim berharap musik tingkilan tidak hanya bertahan sebagai kesenian yang ditampilkan dalam acara adat, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memperkuat identitas daerah.
Penyelenggaraan lomba ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan tradisi lokal agar tetap lestari, dikenal luas dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya melestarikan kesenian tradisional sekaligus memperkenalkan musik khas Kutai kepada generasi muda..Suasana perlombaan berlangsung meriah dengan alunan gambus dan ketipung yang menjadi ciri khas musik tingkilan.
Empat grup orkes tingkilan tampil menunjukkan kemampuan mereka dalam membawakan kesenian tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kutai.
Kepala Dispar Kutim, Mahriadi turut hadir langsung menyaksikan perlombaan tersebut. Ia didampingi Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dian Anggraini.
Mahriadi mengatakan, pelestarian musik tingkilan membutuhkan dukungan berkelanjutan agar kesenian tradisional tersebut tetap dikenal dan diminati masyarakat, terutama kalangan generasi muda.

“Melalui kegiatan seperti ini kita ingin memastikan musik tingkilan tetap hidup di tengah masyarakat," ujarnya.
Tradisi ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga identitas budaya yang harus dijaga dan teruskan kepada generasi berikutnya. Empat grup yang mengikuti kompetisi tersebut yakni Orkes Tingkilan Odah Seni Betuah, Orkes Tingkilan Bengkal, Orkes Tingkilan Laskar Kebangkitan Kutai, serta Orkes Tingkilan Kanak Sangatta.
Masing-masing peserta menampilkan kemampuan bermusik dengan mengedepankan kekhasan tingkilan. Penampilan mereka dinilai oleh tiga dewan juri yang berpengalaman di bidang musik tradisional, yakni Sayid Abdullah, Akhmad Rifanie.dan Ahmad Marzuki.
Kehadiran para juri diharapkan dapat memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif dengan mempertimbangkan kualitas penampilan dan penguasaan musik tradisional.
Selain menjadi ajang kompetisi, Lomba Musik Tingkilan juga diharapkan mampu membuka ruang bagi para pelaku seni untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperluas kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan kebudayaan. Erau menjadi momentum penting untuk memberikan ruang kepada para seniman lokal agar terus berkarya.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif daerah,” kata Mahriadi.
Dispar Kutim berharap musik tingkilan tidak hanya bertahan sebagai kesenian yang ditampilkan dalam acara adat, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memperkuat identitas daerah.
Penyelenggaraan lomba ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan tradisi lokal agar tetap lestari, dikenal luas dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Adv)
Editor: Aspian Nur







Pusat gempa berada di laut 44 km selatan Kab. Blitar
12 Okt 2026, 12:28:13 WIB • Kedalaman 101 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG