Bagi Ahmad Yani, Gedung DPRD bukan hanya tempat anggota legislatif menjalankan tugas dan mengambil keputusan strategis daerah. Lebih dari itu, gedung wakil rakyat juga menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi masyarakat, termasuk anak-anak yang mulai mengenal kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan.
Dalam menyambut rombongan TK RA Assalam, Ahmad Yani mengajak para peserta didik mengenal langsung ruang sidang paripurna serta memahami secara sederhana bagaimana lembaga perwakilan rakyat bekerja.
Ia menilai, pengalaman melihat langsung aktivitas dan fasilitas DPRD dapat menjadi pembelajaran yang lebih menarik dibandingkan hanya memperoleh penjelasan di dalam kelas. Anak-anak juga berkesempatan mengenal lingkungan baru sekaligus belajar menyampaikan pendapat dengan percaya diri.
“Anak-anak perlu diberi ruang untuk belajar, bertanya, dan berani menyampaikan pendapat. Pengenalan seperti ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan pemahaman tentang demokrasi dan kehidupan bermasyarakat,” kata Ahmad Yani.
Menurutnya, pendidikan demokrasi tidak harus dimulai dengan penjelasan yang rumit. Nilai-nilai mendasar seperti keberanian berbicara, menghargai pendapat orang lain, mendengarkan, serta belajar mengambil keputusan bersama dapat diperkenalkan melalui kegiatan sederhana dan menyenangkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yani juga memperkenalkan tiga fungsi utama DPRD kepada para peserta didik, yakni fungsi anggaran, pembentukan peraturan daerah, dan pengawasan.
Ia menjelaskan, fungsi anggaran berkaitan dengan pembahasan dan persetujuan APBD bersama pemerintah daerah. Anggaran tersebut menjadi salah satu landasan pelaksanaan pembangunan serta berbagai program pelayanan bagi masyarakat.
Sementara itu, melalui fungsi pembentukan peraturan daerah, DPRD bersama pemerintah daerah membahas regulasi yang dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan mengatur kehidupan masyarakat. Adapun fungsi pengawasan dijalankan untuk memastikan pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah daerah berjalan sesuai ketentuan.
Penjelasan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana agar para siswa dapat memperoleh gambaran awal mengenai peran DPRD dalam pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Ahmad Yani berharap, pengenalan sejak dini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak terhadap lingkungan sekitarnya, termasuk bagaimana kebijakan daerah dibuat dan bagaimana aspirasi masyarakat disalurkan melalui lembaga perwakilan rakyat.
Ahmad Yani menegaskan, Gedung DPRD Kukar terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat tugas dan tanggung jawab lembaga legislatif. Ia menyambut baik kunjungan pendidikan seperti yang dilakukan TK RA Assalam karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung.
“Gedung DPRD ini adalah rumah kita bersama. Kami menyambut baik anak-anak maupun masyarakat yang ingin datang untuk belajar dan mengenal lebih dekat tugas DPRD,” ungkap Politikus PDIP ini.
Ia pun menyampaikan harapan agar kunjungan tersebut menjadi pengalaman berkesan bagi peserta didik. Bahkan, Ahmad Yani memotivasi mereka agar berani bercita-cita tinggi, termasuk menjadi bagian dari lembaga pemerintahan di masa mendatang.
“Siapa tahu, nanti ketika sudah besar, ada anak-anak dari TK RA Assalam yang menjadi anggota DPRD dan ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tuturnya.
Kunjungan berlangsung dalam suasana akrab dan ceria. Ahmad Yani turut mengapresiasi pihak sekolah dan para guru yang telah menghadirkan pengalaman pembelajaran di luar kelas melalui pengenalan langsung terhadap lembaga legislatif.
Melalui kegiatan tersebut, DPRD Kukar berharap kedekatan antara lembaga perwakilan rakyat dan masyarakat dapat terus terbangun.
“Upaya mengenalkan demokrasi sejak dini juga diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk tumbuh sebagai pribadi yang percaya diri, menghargai perbedaan, serta memahami pentingnya partisipasi dalam kehidupan bermasyarakat,” demikian Ahmad Yani. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Bagi Ahmad Yani, Gedung DPRD bukan hanya tempat anggota legislatif menjalankan tugas dan mengambil keputusan strategis daerah. Lebih dari itu, gedung wakil rakyat juga menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi masyarakat, termasuk anak-anak yang mulai mengenal kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan.
Dalam menyambut rombongan TK RA Assalam, Ahmad Yani mengajak para peserta didik mengenal langsung ruang sidang paripurna serta memahami secara sederhana bagaimana lembaga perwakilan rakyat bekerja.
Ia menilai, pengalaman melihat langsung aktivitas dan fasilitas DPRD dapat menjadi pembelajaran yang lebih menarik dibandingkan hanya memperoleh penjelasan di dalam kelas. Anak-anak juga berkesempatan mengenal lingkungan baru sekaligus belajar menyampaikan pendapat dengan percaya diri.
“Anak-anak perlu diberi ruang untuk belajar, bertanya, dan berani menyampaikan pendapat. Pengenalan seperti ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan pemahaman tentang demokrasi dan kehidupan bermasyarakat,” kata Ahmad Yani.
Menurutnya, pendidikan demokrasi tidak harus dimulai dengan penjelasan yang rumit. Nilai-nilai mendasar seperti keberanian berbicara, menghargai pendapat orang lain, mendengarkan, serta belajar mengambil keputusan bersama dapat diperkenalkan melalui kegiatan sederhana dan menyenangkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yani juga memperkenalkan tiga fungsi utama DPRD kepada para peserta didik, yakni fungsi anggaran, pembentukan peraturan daerah, dan pengawasan.
Ia menjelaskan, fungsi anggaran berkaitan dengan pembahasan dan persetujuan APBD bersama pemerintah daerah. Anggaran tersebut menjadi salah satu landasan pelaksanaan pembangunan serta berbagai program pelayanan bagi masyarakat.
Sementara itu, melalui fungsi pembentukan peraturan daerah, DPRD bersama pemerintah daerah membahas regulasi yang dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan mengatur kehidupan masyarakat. Adapun fungsi pengawasan dijalankan untuk memastikan pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah daerah berjalan sesuai ketentuan.
Penjelasan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana agar para siswa dapat memperoleh gambaran awal mengenai peran DPRD dalam pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Ahmad Yani berharap, pengenalan sejak dini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak terhadap lingkungan sekitarnya, termasuk bagaimana kebijakan daerah dibuat dan bagaimana aspirasi masyarakat disalurkan melalui lembaga perwakilan rakyat.
Ahmad Yani menegaskan, Gedung DPRD Kukar terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat tugas dan tanggung jawab lembaga legislatif. Ia menyambut baik kunjungan pendidikan seperti yang dilakukan TK RA Assalam karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung.
“Gedung DPRD ini adalah rumah kita bersama. Kami menyambut baik anak-anak maupun masyarakat yang ingin datang untuk belajar dan mengenal lebih dekat tugas DPRD,” ungkap Politikus PDIP ini.