Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu tumpuan utama perekonomian masyarakat Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
5 menit baca2 kali dibaca

Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu tumpuan utama perekonomian masyarakat Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Namun potensi wilayah ini tidak berhenti pada sektor perkebunan. Kekayaan sungai, destinasi wisata lokal, hingga tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan sumber pendapatan yang lebih beragam.
Camat Kembang Janggut Suhartono menilai potensi tersebut perlu terus dioptimalkan agar pembangunan ekonomi wilayah tidak hanya bergantung pada satu sektor. Pengembangan berbagai potensi lokal diharapkan mampu memperluas kesempatan usaha, mendorong kreativitas masyarakat dan memperkuat perekonomian hingga tingkat desa.
Sektor perkebunan kelapa sawit saat ini masih menjadi penopang utama kehidupan masyarakat. Berdasarkan gambaran kondisi wilayah, sekitar 80 persen masyarakat Kembang Janggut menggantungkan penghidupan pada aktivitas perkebunan sawit, baik melalui pengelolaan kebun maupun kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan komoditas tersebut.
Besarnya peran sawit membuat sektor ini memiliki posisi penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Aktivitas perkebunan turut membuka peluang bagi berbagai usaha pendukung, mulai dari jasa angkutan, perdagangan kebutuhan sehari-hari, hingga usaha kecil yang melayani kebutuhan pekerja dan keluarga pekebun.
Meski demikian, pengembangan ekonomi daerah juga membutuhkan upaya untuk mengoptimalkan potensi lain yang tersedia. Kembang Janggut memiliki sumber daya alam dan potensi usaha masyarakat yang dapat dikembangkan secara beriringan dengan sektor perkebunan.
“Potensi yang kita miliki cukup beragam. Sawit memang menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat, tetapi kita juga memiliki potensi wisata, perikanan sungai, dan UMKM yang perlu terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat ekonomi lebih luas,” kata Suhartono kepada korankaltim.com, Jumat (9/10/2026).
Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sektor pariwisata. Kecamatan Kembang Janggut memiliki destinasi lokal, di antaranya Pulau Layang Seribu dan Pulau Sahrai yang berada di Desa Kembang Janggut.
Keberadaan destinasi tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan alam daerah sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi wisata. Jika dikelola secara berkelanjutan, sektor wisata dapat membuka ruang bagi tumbuhnya usaha kuliner, penjualan produk lokal, jasa, serta kegiatan ekonomi kreatif lainnya.
Pengembangan wisata juga dapat menjadi sarana memperkenalkan karakter dan potensi Kecamatan Kembang Janggut kepada masyarakat dari luar wilayah. Konsep wisata berbasis masyarakat seperti Kampung Etam dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menghubungkan daya tarik alam dengan aktivitas ekonomi warga.
Namun, pengembangan destinasi membutuhkan dukungan berbagai pihak. Penataan kawasan, kebersihan, aksesibilitas, kenyamanan pengunjung, serta keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting agar kegiatan wisata dapat berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami memandang pengembangan wisata lokal perlu berjalan seiring dengan upaya meningkatkan partisipasi masyarakat. Dengan keterlibatan warga, manfaat ekonomi dari kunjungan wisata diharapkan tidak hanya dirasakan pengelola destinasi, tetapi juga pelaku usaha kecil di sekitarnya,” ucap Tono sapaan akrabnya.
Selain perkebunan dan pariwisata, perikanan air tawar juga menjadi potensi yang patut diperhatikan. Aliran sungai, termasuk Sungai Belayan dan kawasan perairan setempat, dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas penangkapan ikan maupun pengembangan budi daya ikan air tawar.
Potensi tersebut dapat menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang bergerak di bidang perikanan. Hasil tangkapan dan budi daya tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi melalui pengolahan dan pemasaran produk.
Pengembangan sektor perikanan dapat diarahkan tidak hanya pada produksi, tetapi juga peningkatan nilai tambah. Produk ikan segar, ikan olahan, hingga kuliner berbahan dasar hasil perikanan berpotensi menjadi bagian dari pengembangan UMKM lokal.
Dengan dukungan pendampingan, keterampilan pengolahan, dan akses pemasaran, potensi perikanan Kembang Janggut dapat dikembangkan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Di sisi lain, pemanfaatan sungai perlu tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan pemeliharaan ekosistem perairan menjadi penting agar sumber daya yang menopang kehidupan masyarakat dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan,” terangnya.
Tono juga melihat UMKM sebagai sektor yang memiliki peluang untuk tumbuh bersama potensi utama Kembang Janggut. Usaha makanan olahan, kerajinan, dan budi daya jamur tiram merupakan contoh kegiatan ekonomi masyarakat yang dapat dikembangkan sesuai kemampuan serta peluang pasar.
UMKM memiliki peran penting karena dapat tumbuh dari skala rumah tangga dan melibatkan anggota keluarga. Ketika usaha berkembang, aktivitas tersebut berpotensi menambah pendapatan sekaligus membuka kesempatan kerja di lingkungan sekitar.
Produk lokal juga dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi sektor lain. Misalnya, pelaku usaha kuliner dapat memasarkan produk kepada pengunjung destinasi wisata, sementara hasil perikanan dan produk olahan masyarakat dapat dikembangkan menjadi sajian khas daerah.
Peluang kolaborasi tersebut perlu dimanfaatkan agar sektor-sektor ekonomi tidak berjalan sendiri-sendiri. Perkebunan, wisata, perikanan, dan UMKM dapat saling mendukung dalam menciptakan perputaran ekonomi di tingkat kecamatan.
“Ke depan, pengembangan UMKM juga perlu diiringi peningkatan kualitas produk, kemasan, kebersihan, kemampuan pemasaran, dan pemanfaatan platform digital. Dengan begitu, produk masyarakat memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas,” jelasnya.
Menurut Tono, beragam potensi yang dimiliki Kembang Janggut merupakan modal penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan, memiliki nilai tambah, dan memberikan manfaat langsung kepada warga.
Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pelaku usaha, kelompok masyarakat, dan pihak terkait perlu membangun sinergi agar pengembangan sektor ekonomi dapat berjalan lebih terarah. Kebutuhan setiap sektor tentu berbeda, sehingga upaya pengembangan perlu menyesuaikan kondisi dan karakteristik masing-masing wilayah.
Pada sektor wisata, misalnya, penguatan pengelolaan destinasi dan promosi menjadi perhatian. Pada bidang perikanan, peningkatan kapasitas usaha dan pemasaran dapat membuka peluang baru. Sementara itu, UMKM membutuhkan dukungan agar produk lokal mampu bersaing dan memiliki pasar yang lebih luas.
Adapun sektor perkebunan sawit tetap menjadi bagian penting dari struktur ekonomi masyarakat. Pengembangan sektor lain diharapkan dapat menjadi pelengkap yang memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, terutama ketika masyarakat ingin memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam.
Dengan potensi alam, sumber daya sungai, destinasi wisata, serta kreativitas pelaku usaha lokal, Kecamatan Kembang Janggut memiliki peluang untuk terus berkembang. Melalui pengelolaan yang terarah dan kolaborasi berbagai pihak, potensi tersebut diharapkan dapat menjadi kekuatan ekonomi yang manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Bagi Kecamatan Kembang Janggut, pembangunan ekonomi bukan hanya tentang mengoptimalkan sumber daya yang sudah menjadi andalan, tetapi juga membuka kesempatan bagi potensi lain untuk tumbuh. Dengan demikian, sawit tetap menjadi penopang, sementara wisata, perikanan, dan UMKM dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” demikian Tono. (adv)






478 kali dibaca

Pusat gempa berada di laut 125 km Tenggara Bitung
09 Okt 2026, 12:11:04 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG