Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Masjid tidak hanya menjadi tempat menunaikan ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
2 menit baca6 kali dibaca

Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Masjid tidak hanya menjadi tempat menunaikan ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Pesan ini disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, saat Safari Subuh Pemkab Kukar bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar ke-336 di Masjid Nurul Fajri, Jalan Danau Lipan, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Jumat (9/10/2026).
Dalam arahannya, Aulia mengajak masyarakat dan pengurus masjid memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, keberadaan masjid seharusnya menjadi pintu masuk untuk membangun solidaritas, kepedulian, dan gerakan pemberdayaan masyarakat.
Bupati menekankan, pemberdayaan tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat masjid, dengan memperhatikan masyarakat yang tinggal di sisi kiri, kanan, depan, dan belakang bangunan masjid.
“Bagaimana masjid ini bisa memberdayakan masyarakatnya, minimal 40 rumah yang ada di sekitar masjid. Masyarakat di sekitar masjid harus menjadi bagian dari perhatian kita bersama,” kata Aulia.
Menurutnya, lingkungan masjid memiliki potensi besar untuk menjadi ruang tumbuhnya kepedulian sosial. Hubungan antara pengurus masjid, jemaah, dan warga perlu diperkuat agar berbagai persoalan masyarakat dapat diketahui dan dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama.
Pemberdayaan tidak harus selalu dimulai dari program besar. Langkah sederhana seperti mengenali kondisi warga, mempererat silaturahmi, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta menghidupkan kegiatan sosial dapat menjadi awal dari upaya meningkatkan kesejahteraan umat.
Melalui pendekatan tersebut, masjid diharapkan tidak hanya ramai ketika waktu salat tiba, tetapi juga menjadi tempat masyarakat membangun kebersamaan dan menyelesaikan persoalan lingkungan.
Safari Subuh yang dilaksanakan secara berkelanjutan menjadi salah satu ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan pesan pembangunan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.
Orang nomor satu Kukar ini berharap semangat memakmurkan masjid berjalan seiring dengan peningkatan kepedulian terhadap kehidupan sosial. Dengan menjadikan masjid sebagai pusat kebersamaan, masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menghadapi tantangan dan mampu membangun lingkungan yang lebih sejahtera.
“Melalui Safari Subuh Pemkab Kukar kembali mengajak masyarakat memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, persaudaraan, dan pemberdayaan umat, dimulai dari lingkungan terdekat yang setiap hari berada di sekitar rumah ibadah,” harapnya. (adv)
Pesan ini disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, saat Safari Subuh Pemkab Kukar bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar ke-336 di Masjid Nurul Fajri, Jalan Danau Lipan, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Jumat (9/10/2026).
Dalam arahannya, Aulia mengajak masyarakat dan pengurus masjid memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, keberadaan masjid seharusnya menjadi pintu masuk untuk membangun solidaritas, kepedulian, dan gerakan pemberdayaan masyarakat.
Bupati menekankan, pemberdayaan tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat masjid, dengan memperhatikan masyarakat yang tinggal di sisi kiri, kanan, depan, dan belakang bangunan masjid.
“Bagaimana masjid ini bisa memberdayakan masyarakatnya, minimal 40 rumah yang ada di sekitar masjid. Masyarakat di sekitar masjid harus menjadi bagian dari perhatian kita bersama,” kata Aulia.

Menurutnya, lingkungan masjid memiliki potensi besar untuk menjadi ruang tumbuhnya kepedulian sosial. Hubungan antara pengurus masjid, jemaah, dan warga perlu diperkuat agar berbagai persoalan masyarakat dapat diketahui dan dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama.
Pemberdayaan tidak harus selalu dimulai dari program besar. Langkah sederhana seperti mengenali kondisi warga, mempererat silaturahmi, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta menghidupkan kegiatan sosial dapat menjadi awal dari upaya meningkatkan kesejahteraan umat.
Melalui pendekatan tersebut, masjid diharapkan tidak hanya ramai ketika waktu salat tiba, tetapi juga menjadi tempat masyarakat membangun kebersamaan dan menyelesaikan persoalan lingkungan.
Safari Subuh yang dilaksanakan secara berkelanjutan menjadi salah satu ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan pesan pembangunan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.
Orang nomor satu Kukar ini berharap semangat memakmurkan masjid berjalan seiring dengan peningkatan kepedulian terhadap kehidupan sosial. Dengan menjadikan masjid sebagai pusat kebersamaan, masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menghadapi tantangan dan mampu membangun lingkungan yang lebih sejahtera.
“Melalui Safari Subuh Pemkab Kukar kembali mengajak masyarakat memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, persaudaraan, dan pemberdayaan umat, dimulai dari lingkungan terdekat yang setiap hari berada di sekitar rumah ibadah,” harapnya. (adv)







Pusat gempa berada di darat 12 km barat Kendari
09 Okt 2026, 17:34:55 WIB • Kedalaman 3 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG