Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menargetkan penanganan jalan sepanjang 120 kilometer dan pembangunan delapan unit jembatan pada 2027.
2 menit baca1 kali dibaca

Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menargetkan penanganan jalan sepanjang 120 kilometer dan pembangunan delapan unit jembatan pada 2027.
Rencana tersebut disiapkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menjawab kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan yang masih menjadi pekerjaan rumah daerah.
Dari total panjang jalan kabupaten 1.523,45 kilometer, tingkat kemantapannya tercatat 73,26 persen. Rinciannya, 56 persen dalam kondisi mantap, 10,26 persen kondisi sedang, dan tujuh persen rusak ringan. Sementara 26,74 persen lainnya masih dalam kondisi rusak berat atau berupa jalan tanah.
Bupati Kubar Frederick Edwin mengakui, kondisi tersebut masih membutuhkan perhatian khusus. Salah satu persoalan yang turut memengaruhi kerusakan jalan adalah kendaraan dengan muatan dan dimensi berlebih atau Over Dimension Over Load (ODOL) yang melintasi ruas jalan di wilayah Kubar.
“Kebutuhan penanganan infrastruktur jalan masih memerlukan perhatian secara khusus. Pemerintah daerah secara bertahap terus menangani ruas jalan yang belum mantap,” kata Frederick, Kamis (5/11/2026).
Upaya penanganan telah dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, penanganan mencakup jalan sepanjang 110 kilometer dan pembangunan tiga unit jembatan. Sementara pada 2026, pemerintah daerah menargetkan penanganan sekitar 101,5 kilometer jalan serta dua unit jembatan yang masih dalam proses pelaksanaan.
Adapun pada 2027, rencana pembangunan jalan dan jembatan mendapat pagu anggaran sebesar Rp1,2 triliun. Anggaran tersebut mencakup penanganan jalan sepanjang 120 kilometer, pembangunan delapan unit jembatan, serta penyelesaian Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ).
Jembatan ATJ menjadi salah satu proyek strategis untuk menghubungkan Kubar dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Pengembangannya juga disertai penanganan ruas jalan dari ujung jembatan hingga batas Kutai Kartanegara di kawasan Kota Bangun. Persiapan pembangunan jembatan telah berjalan sepanjang 2026 dan ditargetkan memasuki proses tender pada akhir tahun ini.
Frederick menyebut pembangunan jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat akses antardaerah, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa.
“Pembangunan ini diharapkan menjadi penghubung penting bagi peningkatan konektivitas, distribusi barang dan jasa serta pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Selain jalan kabupaten, kerusakan jalan nasional di kawasan perkotaan Sendawar juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di Balikpapan untuk mempercepat penanganan ruas tersebut pada 2027.
Di sisi lain, Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI) Kubar meningkat dari 60,52 persen pada 2024 menjadi 64,80 persen pada 2025. Capaian tersebut menunjukkan adanya perbaikan layanan infrastruktur, meski pemerataan akses dan peningkatan kualitas pelayanan masih perlu dilanjutkan.
Target penanganan jalan dan pembangunan jembatan pada 2027 menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperbaiki konektivitas dan pemerataan infrastruktur di 16 kecamatan di Kubar. (Adv)
Editor: Erwin
Rencana tersebut disiapkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menjawab kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan yang masih menjadi pekerjaan rumah daerah.
Dari total panjang jalan kabupaten 1.523,45 kilometer, tingkat kemantapannya tercatat 73,26 persen. Rinciannya, 56 persen dalam kondisi mantap, 10,26 persen kondisi sedang, dan tujuh persen rusak ringan. Sementara 26,74 persen lainnya masih dalam kondisi rusak berat atau berupa jalan tanah.
Bupati Kubar Frederick Edwin mengakui, kondisi tersebut masih membutuhkan perhatian khusus. Salah satu persoalan yang turut memengaruhi kerusakan jalan adalah kendaraan dengan muatan dan dimensi berlebih atau Over Dimension Over Load (ODOL) yang melintasi ruas jalan di wilayah Kubar.
“Kebutuhan penanganan infrastruktur jalan masih memerlukan perhatian secara khusus. Pemerintah daerah secara bertahap terus menangani ruas jalan yang belum mantap,” kata Frederick, Kamis (5/11/2026).

Upaya penanganan telah dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, penanganan mencakup jalan sepanjang 110 kilometer dan pembangunan tiga unit jembatan. Sementara pada 2026, pemerintah daerah menargetkan penanganan sekitar 101,5 kilometer jalan serta dua unit jembatan yang masih dalam proses pelaksanaan.
Adapun pada 2027, rencana pembangunan jalan dan jembatan mendapat pagu anggaran sebesar Rp1,2 triliun. Anggaran tersebut mencakup penanganan jalan sepanjang 120 kilometer, pembangunan delapan unit jembatan, serta penyelesaian Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ).
Jembatan ATJ menjadi salah satu proyek strategis untuk menghubungkan Kubar dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Pengembangannya juga disertai penanganan ruas jalan dari ujung jembatan hingga batas Kutai Kartanegara di kawasan Kota Bangun. Persiapan pembangunan jembatan telah berjalan sepanjang 2026 dan ditargetkan memasuki proses tender pada akhir tahun ini.
Frederick menyebut pembangunan jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat akses antardaerah, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa.
“Pembangunan ini diharapkan menjadi penghubung penting bagi peningkatan konektivitas, distribusi barang dan jasa serta pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Selain jalan kabupaten, kerusakan jalan nasional di kawasan perkotaan Sendawar juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di Balikpapan untuk mempercepat penanganan ruas tersebut pada 2027.
Di sisi lain, Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI) Kubar meningkat dari 60,52 persen pada 2024 menjadi 64,80 persen pada 2025. Capaian tersebut menunjukkan adanya perbaikan layanan infrastruktur, meski pemerataan akses dan peningkatan kualitas pelayanan masih perlu dilanjutkan.
Target penanganan jalan dan pembangunan jembatan pada 2027 menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperbaiki konektivitas dan pemerataan infrastruktur di 16 kecamatan di Kubar. (Adv)






Editor: Erwin
1.226 kali dibaca


1.010 kali dibaca
Pusat gempa berada di darat 40 km timur laut Sigi
04 Nov 2026, 14:56:34 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG