Jumat, 11/09/2026

Kemarau Panjang Belum Berakhir, Pemkot Samarinda Gelar Salat Istisqa

Jumat, 11/09/2026

Gelaran salat istisqa di Balai Kota Samarinda. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Kemarau Panjang Belum Berakhir, Pemkot Samarinda Gelar Salat Istisqa

Jumat, 11/09/2026

logo

Gelaran salat istisqa di Balai Kota Samarinda. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)

Penulis: Ayu Norwahliyah 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kemarau panjang yang masih melanda Kota Samarinda membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan terus menjadi perhatian pemerintah.

Di samping mengandalkan kesiapsiagaan personel di lapangan bersama TNI-Polri, masyarakat, dan relawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda juga menempuh ikhtiar spiritual melalui salat istisqa untuk memohon turunnya hujan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, beragam langkah penanggulangan telah dijalankan lintas sektor demi meredam dampak musim kering. 

Kendati demikian, guyuran hujan disebut tetap menjadi kunci utama agar persoalan lingkungan ini dapat tuntas.

“Penanganan karhutla dan kemarau panjang sudah dilakukan bersama. Tetapi itu tidak cukup, kita harus mengetuk pintu langit karena hujan adalah satu-satunya yang kita tunggu,” tutur Andi Harun pada Jumat, (11/9/2026).

Ibadah salat istisqa yang digelar Balai Kota bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi bagian dari upaya menyeluruh tersebut. Penanganan teknis di lapangan terus berjalan seiring imbauan kepada warga untuk memanjatkan doa bersama.

Andi Harun berharap, hujan yang turun kelak tak sekadar meredam ancaman karhutla, tetapi juga menyelesaikan masalah intrusi air laut yang memengaruhi kualitas pasokan air baku di Kota Tepian.

“Kalau hujan turun yang penuh barokah, maka masalah karhutla, intrusi air dan lain-lain itu akan teratasi secara sempurna dan permanen,” tambahnya.

Presipitasi air hujan dinilai menjadi penentu utama pemulihan lingkungan pascabencana kemarau berkepanjangan. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau turut memperbanyak istigfar dan permohonan doa.

“Saya mengimbau masyarakat warga Kota Samarinda, ayo berdoa semoga hujan segera turun,” pungkasnya. (adv) 

Editor: Erwin

Kemarau Panjang Belum Berakhir, Pemkot Samarinda Gelar Salat Istisqa

Jumat, 11/09/2026

Gelaran salat istisqa di Balai Kota Samarinda. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait