Selasa, 24/02/2026
Selasa, 24/02/2026
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Rahmadani/Korankaltim.com)
Selasa, 24/02/2026

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Rahmadani/Korankaltim.com)
Penulis: Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memberikan bantuan dana hibah untuk puluhan rumah ibadah dari seluruh agama. Dana ini nantinya diperuntukkan untuk perbaikan dan peningkatan fasilitas.
Besaran anggaran hibah rumah ibadah pada tahun ini menyusul penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jika sebelumnya hibah bisa mencapai Rp150 juta per rumah ibadah, kini rata-rata disesuaikan menjadi Rp100 juta.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi fiskal daerah tanpa menghilangkan komitmen pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan.
“Kalau sesuai Perwali sebenarnya Rp150 juta. Tapi karena ada pengurangan APBD, jadi menyesuaikan, rata-rata Rp100 juta. Itu hibah,” ujarnya kepada media ini, Selasa (24/2/2026).
Penyaluran hibah dilakukan dalam rangkaian Safari Ramadan, yang tahun ini dijadwalkan menyasar sekitar 12 masjid di Kota Bontang. Meski ada penyesuaian nominal, ia memastikan sebagian besar masjid tetap menerima bantuan.
“Sekitar dua belas masjid. Ada sepuluh atau dua belas. Intinya hampir semuanya dapat. Ada yang mungkin tidak tahun ini karena sudah dapat sebelumnya, atau masuk di perubahan anggaran dan 2027,” jelasnya.
Menurutnya, dana hibah tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah ibadah, mulai dari pembelian sarana dan prasarana, perlengkapan penunjang kegiatan ibadah, hingga perbaikan fisik bangunan.
Tak hanya masjid, Pemkot Bontang juga menyalurkan hibah kepada gereja dan rumah ibadah agama lainnya. Untuk gereja, tercatat delapan unit menerima bantuan dengan nominal yang bervariasi antara Rp100 juta hingga Rp150 juta, menyesuaikan kondisi bangunan dan kebutuhan masing-masing.
“Ada yang Rp100 juta, ada Rp120 juta, mungkin ada Rp150 juta. Melihat kondisi rumah ibadahnya,” terangnya.
Ia menegaskan prinsip keadilan menjadi dasar dalam penyaluran hibah agar tidak menimbulkan kecemburuan antarumat beragama.
“Kita adil. Semua rumah ibadah dapat. Jangan sampai ada kecemburuan. Walaupun mungkin ada selisih, itu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anggaran,” tandasnya.
Pemkot Bontang memastikan program hibah rumah ibadah tetap menjadi prioritas meski di tengah keterbatasan fiskal, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan nilai keagamaan dan kerukunan di Kota Taman.
Editor: Erwin
Selasa, 24/02/2026
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Rahmadani/Korankaltim.com)
TERPOPULER