Jenazahnya mengambang di tepi sungai dekat Jembatan Pentol, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak.
Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kapolsek Muara Badak, AKP Gatot Siswanto menyampaikan bahwa korban diduga tewas karena terkaman buaya, mengingat tubuhnya penuh luka.
“Termasuk di lengan dan perut yang bahkan ususnya keluar,” kata Gatot, Minggu (4/2/2024).
Gatot membeberkan, awalnya istri Jumriadi melaporkan setelah sang suami tidak pulang sejak sehari sebelumnya sekitar pukul 15.00 Wita. Di mana motor korban ditemukan di lokasi yang biasanya menjadi tempat mencari kepiting dan ikan. Tetapi keberadaan korban tak diketahui.
“Tim pencarian menyusuri laut selama enam jam sebelum menemukan jenazahnya mengambang di laut,” ujarnya.
Jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Gatot menuturkan bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban.
Perwira polisi berpangkat balok tiga ini pun mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas mencari kepiting dan ikan.
Masyarakat diimbau menghindari kegiatan di malam hari untuk mengurangi risiko bertemu hewan buas yang tidak dapat diprediksi. (*/kk)
Editor: Maruly Z