Pasalnya, menurut Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, sejauh ini hewan-hewan yang diselamatkan di pemukiman tidak mendapat tempat singgah yang layak sebelum dilepasliarkan, atau sebelum dijemput oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim.
“Kalau dilihat, kami seperti tidak punya empati sama hewan. Misalnya kalau kami amankan buaya, terpaksa harus kami ikat dan disimpan di bak mobil,” ujarnya ditemui di Kantor Disdamkartan, Rabu (1/10/2023) kemarin.
Menurutnya, hal itu terpaksa dilakukan. Selain untuk menjaga agar buaya tidak mengamuk, juga karena tidak ada tempat yang layak yang tersedia. Harusnya, lanjut dia para hewan yang diamankan bisa dilakukan perawatan terlebih dahulu sebelum dipindah ke tempat yang lebih aman.
Apalagi saat penyelamatan, pihaknya kerap mendapatkan perlawanan yang cukup berbahaya, sehingga hewan-hewan itu kerap mendapatkan luka saat dievakuasi. “Kalau ada penangkaran, kami bisa lakukan perawatan juga sebelum dirilis,” ujarnya.
Sebenarnya, usulan ini sudah di suarakan jauh-jauh hari. Namun hingga kini pihaknya belum mendapatkan dukungan anggaran. Padahal, syarat yang dibutuhkan sudah ada, bahkan wali kota juga sudah memberikan lampu hijau. “Terlepas nanti ada yang datang, kan tidak masalah. Ada nilai edukasinya juga,” tandasnya.
Editor: Maruly Zainuddin