Peristiwa mencekam ini menimpa rumah milik Asniati (51), yang saat itu sedang berjualan di kedai kembang miliknya. Asniati sendiri mengaku tidak mengetahui dari mana asal api yang menyebabkan rumahnya terbakar.
Ia mendapatkan pemberitahuan dari warga sekitar yang berteriak, bahwa rumahnya terbakar. Suaminya, Jumadi, yang merupakan anggota Dinas Kebersihan pada saat itu tengah keliling mengangkut sampah warga sekitar.
"Saya tidak tahu pasti dari mana api ini berasal. Waktu itu saya sedang berjualan di kedai kembang. Tiba-tiba warga berteriak dan memberitahu saya bahwa rumah saya terbakar," ujar Asniati.
Lilis, salah seorang warga yang menjadi saksi kejadian mengatakan, bahwa petugas pemadam tiba di lokasi kebakaran hanya dalam waktu sekitar dua menit setelah ada laporan.
Terdapat empat unit yang dikerahkan, terdiri dari dua unit mobil pemadam, dua unit suplai, dan satu unit rescue. Satu unit rumah ludes terbakar dalam peristiwa ini dan tidak ada korban jiwa. Pasalnya anak-anak Asniati sedang berada di pondok pesantren.
"Anak-anaknya lagi di pondok pesantren, jadi yang punya rumah cuma berdua sama suaminya," jelas Lilis.
Salah seorang petugas pemadam kebakaran yang bertugas mengatakan bahwa api dengan cepat menghanguskan rumah yang berbahan dasar kayu.
"Ketika kami tiba di lokasi, api sudah membesar. Beruntung, kami berhasil mendinginkan api dan mencegahnya tidak menjalar ke bangunan lainnya," ucapnya.
Editor: Maruly Zainuddin