Kejanggalan ini bermula saat L (59) mantan istri yang tinggal satu atap dengan Yudi itu mengaku tak tahu menahu jika Yudi sudah membusuk dalam kamar mandi rumahnya itu. Padahal, dari pengakuannya sendiri, ia tinggal dan tidur di rumah itu, bersama kedua anaknya, bahkan hingga mayat Yudi ditemukan. Artinya selama dua hari dirinya dan kedua anaknya beraktivitas, ia tak mengetahui jenazah mantan suaminya itu sudah membusuk dalam kamar mandi.
Dari pantauan awak redaksi Korankaltim.com, rumah itu memiliki tiga kamar, namun dua kamar memiliki kamar mandi atau wc masing-masing, sementara satu kamar tidur milik Yudi, berada paling belakang. Kamar mandi tempat jenazah Yudi ditemukan berada di seberang kamarnya.
Pun saat tiba di lokasi, wartawan sudah mencium bau tak sedap meski berada di luar rumah. Mustahil jika mantan istri dan kedua anaknya itu tak mencium bau tersebut, di rumah yang panjangnya hanya sekitar 30 Meter dengan lebar 15 meter itu.
Kejanggalan ini diperkuat dari penuturan L sendiri kepada wartawan yang hadir. Ia mengaku Yudi memang kerap suka berada di Kamar mandi. Bahkan makanan untuknya sering dibawa ke kamar mandi. "Dia itu pikun, kadang ngamuk sendiri, makanannya itu sering dibawa ke kamar mandi," kata L pada wartawan.
Namun faktanya, salah satu petugas yang namanya kami rahasiakan mengungkapkan, ia menemukan borgol di dalam kamar mandi, dan terdapat sampah bekas makanan dan roti yang belum dibuka.
L mengonfirmasi soal borgol itu, ia mengakui bahwa dirinya memang sering memborgol mantan suaminya itu. Kata L, keseharianya sebagai pedagang di stadion Bessai Berinta membuatnya tak sempat memperhatikan mantan suaminya itu. Menurutnya perlakuan itu terpaksa ia lakukan, karena mantan suaminya terkadang bertingkah layaknya anak kecil. Buang air dimana saja, dan merusak perabotan rumah.
“Pak de ini kan pikun ya, kadang kecing sembarangan dan merusak barang-barang di rumah. Jadi saya borgol satu tangannya,” ungkapnya.
Sementara terkait makanan, ia menjelaskan korban sehari-harinya lebih senang berdiam di dalam WC. Jadi setiap diberikan makan korban memilih untuk membawakan ke tempat membuang tinja itu. Dirinya pun membantah jika dianggap sengaja mengurung korban di WC. “Saya tidak setega itu, nanti bisa dibuktikan kok. Saya sudah kasih keterangan ke polisi juga,” tuturnya.
Ketua RT 42, Kelurahan Api-api Mulyono menjelaskan, Yudi tercatat sebagai Warganya meski tinggal diwilayah RT 32. Kedua RT itu memang hanya berbatasan jalan. Terkait status pernikahan, Suyono bilang, Yudi dan L tidak lagi terikat dalam status pernikahan. Namun tetap tinggal dalam satu rumah bersama tiga anak laki-lakinya.
Yudi bahkan sempat pulang ke kampungnya di Pulau Jawa, namun kembali lagi karena dipanggil oleh L, mantan istrinya. Pun sebelum Yudi kehilangan ingatannya atau pikun, ia sering membantu L di tempat dagangannya. “Saya punya photocopy kartu keluarganya. Statusnya memang cerai,” ungkapnya.
Belakangan, Yudi menjadi penerima manfaat Program Rantang Kasih dari Dinas Sosial, sejak Januari. Menurutnya, sejak program itu berjalan Yudi rutin menerima makanan dua kali setiap harinya. “Setiap hari diantarkan makanan ke rumahnya sama kurir,” bebernya.
Namun ia juga bingung, sejak dua hari ini makanan itu selalu kembali dengan keadaan masih terisi. Hal itu ia dapat dari informasi sang kurir Rantang kasih.
Wartawan Koran Kaltim, juga mendapatkan informasi dari pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Bontang yang ditemui di lokasi yang mengatakan bahwa Yudi, diduga meninggal sejak 3 atau 4 hari lalu. Hal itu dinilai dari kondisi mayat yang sudah membiru, mengeluarkan bau dan cairan.
Petugas PMI itu bilang, awalnya L meminta pihaknya untuk langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit dan dikuburkan. Namun ditolak. Karena melihat kondisi mayat yang perlu penanganan berbeda dan mesti dilakukan identifikasi dari polisi.
“Kami tolak. Karena mayatnya dengan kondisi seperti itu (tidak wajar) perlu ditangani tim Inafis dan juga, seperti ada yang ditutup-tutupi dari pihak keluarga,” kata informan ini.
Selain itu, sumber ini menyebut ada kejanggalan lain dari mayat Yudi yang ditemukan di dalam WC, dengan makanan berserakan dan ada satu borgol. Namun, dia enggan berspekulasi bahwa korban sengaja diterlantarkan di dalam ruang membuang tinja itu. “Memang Ada borgol di WC itu,” ungkapnya.
Mesti demikian wartawan belum mendapat keterangan pembanding dari pihak polisian, terkait apa yang disampaikan sumber dan pihak pihak dengan keterangan di atas. Pasalnya, petugas masih meminta keterangan dari L dan kedua anaknya.
Editor: Rusdianto