Hal itu AKBP Yusep sampaikan dalam pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas, Penerimaan Anggota Polri T.A 2023, Polda Kaltim yang digelar di Mapolres Bontang, Selasa (18/4/2023).
Menurutnya, tidak ada yang bisa menjamin calon siswa untuk bisa lulus selain usaha sendiri dan doa. Mengingat komitmen Polri yang ingin mendapatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan ekspektasi yang sesuai dengan standar.
"Untuk Casis harus percaya dengan usaha diri sendiri," pesan AKBP Yusep dalam sambutannya.
Selain itu, untuk memaksimalkan proses seleksi agar tak ada kecurangan tertentu, saat ini Polri melibatkan keterlibatan media sebagai pengawas eksternal. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan Hotline terpadu. Hal ini diperuntukkan bagi masyarakan terutama bagi keluarganya yang mengikuti kegiatan seleksi.
Ia menjelaskan, hal ini dilakukan lantaran sesuai dengan tujuan polri dalam mencari generasi penerus, sesuai dengan ekspektasi yang di harapkan.
"Diharapkan Polres Bontang bersih dari praktik iming-iming kelulusan untuk casis dengan bayaran. Agar tidak ada yang jadi pelaku dan korban," jelasnya.
AKBP Yusep juga mengungkapkan di Tahun ini, terdapat 130 orang yang telah melakukan pendaftaran online. Rinciannya, pendaftar di Akpol taruna taruni sebanyak sembilan orang Bintara PTU 100 orang, Pol air sebanyak tiga orang dan Brimob satu orang.
Dari jumlah itu, sebanyak 113 yang sudah dinyatakan lolos seleksi berkas, dan akan mengikuti Verifikasi Administrasi (Rikmin) awal di 26-28 April mendatang.
Meskipun begitu, ia menyayangkan animo masyarakat dinilai turun tahun ini untuk mendaftar masuk Polri. Pasalnya di tahun sebelumnya, jumlah pendaftar mencapai 142 orang
Menurutnya, dengan animo yang besar, pihaknya dinilai akan lebih muda mendapatkan bibit-bibit yang terbaik.
"Perlu dievaluasi, apakah minat yang berkurang atau waktunya yang terbatas," jelasnya.
Editor: Rusdianto