Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bontang menggagas kegiatan ini melalui perpanjangan tangan Paguyuban Semeton Bali Bontang (PASEBBON) yang mengundang beberapa paguyuban dan komunitas lainnya untuk ikut berpartisispasi.
Ketua PASEBBON I Gede Astriawan kepada Korankaltim.com menjelaskan, kegiatan ini harusnya menjadi kegiatan tahunan, namun karena pandemi pawai tersebut harus absen hingga tiga tahun.
"Ini juga merupakan rangkaian acana untuk Hari Nyepi untuk masyarakat Hindu nantinya," kata I Gede Jumat (3/3/2023) pagi tadi.
Tak hanya untuk warga asal Bali, pihaknya juga melibatkan beberapa paguyuban dan komunitas untuk berpartisipasi. Hal itu diharapkan dapat menjadi ajang eksistensi paguyuban dalam menampilkan parade kebudayaan masing-masing daerah di tanah rantau sekaligus menjadi pemersatu etnis yang juga menunjang sektor pariwisata kota
Dalam rapat technical meeting membicarakan beberapa hal yang dirasa penting yaitu rute, titik ajang pertunjukan, jumlah anggota, iringan musik dan nomer urut.
Beberapa paguyuban dan komunitas tersebut di antaranya Dewan adat Dayak, Paguyuban Kutai, Paguyuban Minahasa, Kesenian Barongsai, IKBP NTT, Ikawangi Bontang, Paguyuban Kediri, Komunitas Onthel (BOC), Panji Beber, Paguyuban Nganjuk, Paguyuban Wargi Sunda, dan Setyo Budoyo Putra Bhirawa "Rutenya dari Rumah Jabatan Wali Kota sampai dengan lapangan Ex MTQ Perkesit," ujar I Gede.
Editor: Aspian Nur