Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional (KPP Basarnas) Balikpapan, Melkyanus Kotta mengatakan, pihaknya harus menghentikan operasi pencarian. Hal itu, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
“Karena belum ada tanda-tanda ditemukan, maka pencarian kami nyatakan selesai dan ditutup,” ujar Melky dalam keterangan resmi yang diterima media ini Minggu (15/1/2023).
Meskipun begitu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Zainuddin mengatakan pihaknya akan tetap memantau segala informasi yang datang dari masyarakat, khususnya para nelayan.
Pihaknya juga akan tetap melakukan pengawasan di perairan laut Bontang, salah satu nya dengan kegiatan patroli di setiap akhir pekan. "Kami tetap memantau. Kita sudah ikhtiar pencipta yang berencana," katanya.
Pencarian dilakukan bersama tim gabungan lainnya yang terdiri dari Pos Basarnas Kutai Timur (Kutim), BPBD Bontang, PON TNI Angkatan Laut (Posal) Bontang, Polairud Polres Bontang, serta dibantu nelayan setempat dan pihak keluarga. Pencarian menggunakan armada speed boot milik BPBD, serta Rubber Boat milik Pos Basarnas Kutim.
Untuk Diketahui, Budi(50) adalah satu dari tiga orang yang diterjang ombak saat memancing menggunakan kapal klotok Minggu (8/1/2023) lalu. Dalam kapal itu, ada Rizal (28) Didin (40) dan Budi.
Rizal berhasil ditemukan selamat beberapa jam kemudian dengan berpegangan ke sebuah ember. Sementara dua orang yang merupakan paman Rizal, hilang dalam peristiwa itu.
Saat proses pencarian di hari kelima Kamis (12/1/2023) sore, satu dari dua pemancing berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Korban bernama Didin (40) itu ditemukan di titik koordinat 0°6’8,27″S- 117°45’44,93″E atau berjarak 17 Nautical Mile (Mil Laut) dari lokasi awal terbaliknya kapal yang ditumpangi para pemancing. Sementara Budi, dinyatakan hilang hingga proses pencarian dihentikan.
Penulis: Romi Ali Darmawan
Editor: Rusdi