Hanya saja Perkimtan belum mengetahui progres pengerjaan sebab ditangani langsung satuan kerja non vertikal tertentu (SNVT), yang merupakan perpanjangan tangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Saya belum lihat progres terakhir,” sebutnya.
Rusunawa Lok Tuan dan Guntung sebenarnya belum dihibahkan oleh pemerintah pusat ke Pemkot Bontang, karena itbiaya kerusakan dan pemeliharaan masih ditangani oleh APBN yang nilainya mencapai Rp2,2 Miliar.
Penghuni rusunawa sendiri tidak dipindahkan kendati tempat mereka berteduh tersebut dalam tahapan pengerjaan karena perbaikan juga tak mengganggu aktivitas penghuni. Diketahui, groundbreaking Rusunawa Guntung terjadi akhir Juli 2016 lalu. Anggaran yang digelontorkan pusat mencapai Rp18,7 miliar. Rusun Guntung bertipe 24 dan hanya empat lantai dengan jumlah 90 kamar.
Fasilitas yang didapat para penghuni yakni dua tempat tidur atas dan bawah, meja dan kursi, serta kamar mandi dan toilet.
Sedangkan untuk dapur umum berada di sisi kanan dan kiri masing-masing lantai. Fasilitas umum lainnya yang ada pada gedung berlantai 4 ini, yakni sarana olahraga, tempat parkir, toko serbaguna dan rumah ibadah.
Sementara Rusunawa Lok Tuan dibangun lima lantai dengan tipe kamar 36 berjumlah 70 kamar. Setiap kamarnya dilengkapi furnitur mulai kasur, meja, kursi, serta lemari pakaian. Total anggaran mencapai Rp17 miliar. (*/kk)
Penulis: */Romi Ali Dharmawan
Editor: Aspian Nur