Kepala Binda (Kabinda) Kaltim, Brigjen TNI Hardani Lukitanta Adi melalui Koordinator Binda Kaltim wilayah Kota Bontang Nikolaus mengatakan, pihaknya akan terus melakukan tahapan vaksinasi hingga herd immunity di Bontang bisa tercapai sepenuhnya.
"Dengan begini, semoga angka kasus bisa segera turun, dan kembali ke zona hijau secara keseluruhan," ucap Niko, dihubungi media ini.
Kata Niko, vaksinasi door to door ini merupakan upaya jemput bola dari pihaknya. Apalagi setelah kota Bontang sempat memasuki zero kasus beberapa waktu lalu. Ia menilai, hal itu secara tidak langsung membuat masyarakat kembali menganggap vaksinasi tak terlalu penting. Sehingga, capaian vaksinasi booster juga sempat stagnan.
"Jadi kami sosialisasikan terus, jemput bola terus ke kawasan yang sekiranya sulit mendapatkan informasi vaksinasi," jelasnya.
Upaya dari BIN ini, mendapatkan respon baik dari masyarakat. Misalnya di kawasan Kampung Mandar, lokasi vaksinasi door to door pagi tadi. Di kawasan itu, masih terdapat masyarakat yang bahkan belum mendapatkan vaksinasi tahapan ke dua dan ke tiga.
Salah seorang warga Sardiansyah (49) mengatakan antusias masyarakat dalam vaksinasi kali ini memang cukup tinggi. Berbeda saat vaksinasi yang digelar di kelurahan beberapa waktu lalu.
"Awalnya memang banyak, makin kesini makin sepi di kelurahan," kata dia.
Kata pria yang berprofesi sebagai nelayan ini, dirinya kerap menemukan rekan-rekannya masih ragu untuk divaksin. Hal itu karena isu-isu yang tak terbukti kebenarannya. Sehingga vaksin dianggap tak terlalu penting saat ini. Beruntung, dengan upaya jemput bola seperti yang dilakukan BINDA ini, menurut dia menjadi solusi pas. Selain mempermudah mendapatkan vaksinasi, masyarakat juga dapat diedukasi secara langsung.
"Sebenarnya ngapain takut, saya aja yang nelayan sudah lengkap, satu, dua, dan tiga sudah semua," katanya bangga.
Penulis: Romi Ali Darmawan
Editor: Supiansyah