Di Bontang, Hetifah melaksanakan kegiatan optimalisasi peran konten kreator dalam mensosialisasikan standar usaha parawisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan timur, Kamis (21/7/2022) pagi hingga siang tadi,
Hetifah mengatakan, ekonomi kreatif bukan sekedar ekonomi biasa. Pasalnya, semua elemen bisa mendapat untung. Namun Hetifah menilai dibalik keuntungan itu, perlu ada aktivitas lebih dalam membangun intelektualitas, dalam menggunakan teknologi dan bisa membantu perkembangan budaya.
“Semua pasti mengalami masalah saat pandemic, tapi yang bisa menjadi domineer adalah mereka yang menguasai teknologi digital, jadi beberapa sektor ekraf yang tumbuh umumnya yang bisa memanfaatkan platform digital," kata Hetifah kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Saat ini problem utama adalah keribetan untuk memulainya. Namun dengan partisipasi para konten kreator, masyarakat bisa mengetahui secara mudah informasi mengenai proses pengembangan ekonomi kreatif yang juga digarap oleh Kemenparekraf. "Praktek-praktek baik di pemerintahan semoga bisa disebarkan dengan baik," harap Hetifah.
Sementara Direktorat standarisasi dan sertifikasi usaha deputi bidang industri investasi kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif badan parawisata dan ekonomi kreatif, Oni Yulfian mengatakan saat ini proses standarisasi bidang usaha bisa dicapai dengan cara yang mudah. Pasalnya, untuk melegalisasi suatu usaha, bisa dilakukan secara perorangan dengan mengajukan di sistem perizinan usaha milik kemenparekrafkemenparekraf, secara gratis. "Hanya menggunakan KTP dan NPWP, bisa mendaftar melalui OSS (Online Single Submission (OSS)," kata Oni.
Untuk menunjang sosialisasi terkait hal ini, pihaknya pun mengajak para konten kreator untuk mulai mensosialisasikan hal itu. Ia menilai, para pelaku usaha kreatif pun perlu saling berkolaborasi untuk membantu kesejahteraan masing-masing nilai usaha. "Kalau kolaborasi, pasti bisa berhasil," pungkas Oni.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur