"Hampir semua wilayah kelurahan itu ada buayanya. Tapi di tempat yang kami evakuasi masih peranakan," ucap dia ditemui Di Gedung DPRD Bontang, Selasa (22/2/2022).
Perkembangan biakan yang dinilai pesat ini juga dilihat dari laporan yang diterima pihaknya dari kelurahan yang berbeda. Meskipun yang paling dominan memang berasal dari kawasan pinggir laut. Misalnya daerah Selambai Lok Tuan, dan pernah juga di kawasan Bontang Kuala. Pihaknya mengaku juga pernah melakukan evakuasi di daerah Telkom Gunung elai, bahkan di kawasan Asrama Rudal. Masyarakat pun dihimbau agar terus berhati-hati.
"Warga sekitar jangan terlalu dekat dengan sungai," imbuhnya.
Fenomena ini pun juga telah dianggap sebagai hal yang harus diperhatikan. Bahkan pihak DPRD, pagi ini juga mengundang Disdamkartan untuk membahas masalah tersebut.
Ketua Komisi III, Amir Tosina mengatakan pihaknya kerap menerima laporan dari warga perkembangan buaya bahkan sudah sampai ke kawasan perairan laut dalam. Ada penampakan buaya yang kerap terlihat melintas di bawah pemukiman atas laut, daerah Selangan, Pulau Kadindingan, dan Tihi-tihi.
"Kalau sudah sampai Beras Basah ini sudah bahaya," kata Amir Tosina.
Tak hanya itu, di kawasan Pantai Marina yang kini berada dalam naungan PT Badak LNG juga dinilai telah dimasuki perkembangan buaya. Hal itu ia sebut karena menerima laporan dari salah satu pekerja lepas yang pernah melihat penampakan anak buaya di kawasan pembuangan besi rongsokan di daerah pantai.
"Ada pengambil besi tua yang bilang ke kami. Anak buaya di situ berlarian kaya biawak. Ini bahaya," lanjutnya.
Untuk itu, pihaknya oun meminta agar dinas terkait bisa segera menindaklanjuti hal ini. Pertama mulai membuat plang-plang peringatan buaya di daerah yang dinilai rawan. Selain itu, Amir juga meminta agar dinas terkait menghubungi pihak perusahaan PT Badak, untuk meninjau lokasi yang dinilai menjadi sarang buaya di kawasan Pantai Marina.
"Kalau aman, nanti kita tinjau sama-sama," tutupnya.
Penulis: Romi Ali Darmawan
Editor: Supiansyah