Sebenarnya, lanjut dia, bangunan ini sudah bisa digunakan untuk beribadah. Namun, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pemerintah, untuk melaporkan progres pengerjaan. Pihaknya juga belum mengetahui pasti, kapan masjid itu, akan mulai di manfaatkan. Meskipun begitu, pembangunan masjid ini masih memerlukan banyak pengembangan pembangunan. Apalagi jika nantinya juga dipergunakan untuk kawasan wisata.
"Tinggal dikit lagi. Sudah bisa dipakai, Tergantung Pemerintah Daerah, kapan mau diresmikan," lanjutnya.
Sekretaris Kota, Aji Erlynawati mengatakan hingga kini belum menargetkan atau menentukan peresmian masjid ini. Pasalnya, sampai saat ini pihaknya juga belum menerima laporan progres pembangunan.
"Belum ditentukan sih kapan, kami juga belum cek progresnya seperti apa. Belum ada laporan juga," pungkasnya.
Untuk diketahui, masjid Terapung tersebut dibangun dengan rencana anggaran awal Rp60 miliar. Di tahun 2019, anggaran senilai Rp 30 miliar dialokasikan dengan nilai kontrak Rp 29 miliar dan selesai pada pengerjaan pemasangan tiang pancang.
Pekerjaan kemudian dilanjut pada 2020 untuk pembangunan struktur dan bangunan masjid dengan rencana alokasi anggaran Rp 34 miliar.
Hanya saja, dalam perjalanannya, pembangunan Masjid Terapung di Kota Bontang ini mengalami pemotongan anggaran lantaran kondisi Covid-19, sehingga anggaran 2020 hanya bernilai sekira Rp 15-an miliar
Selain itu Pengerjaan finishing masjid terapung ini bersumber dari APBD Bontang sebesar Rp 10,3 miliar. Kontraktor mesti merampungkan pengerjaan dalam tempo 150 hari, terhitung mulai 21 Juli 2021.
Sementara untuk pengerjaan halaman parkir dan taman (landscape) masjid, belum bisa dikerjakan tahun ini lantaran keterbatasan anggaran. Pihak PUPR juga akan mengusulkan Rp 7 miliar untuk mengerjakan landscape masjid dalam pembahasan anggaran murni 2022.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Bambang Irawan