Di Bontang, Minyak Goreng Masih Tinggi Harga Cabai Turun Perlahan
1 menit baca311 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BONTANG - Harga sejumlah komoditas yang naik di penghujung tahun 2021 lalu, masih juga belum stabil.
Salah satunya harga minyak goreng yang masih tinggi.
Di Bontang, Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), harga minyak masih dikeluhkan para pedagang.
Erna (43) salah seorang pedagang sembako mengatakan sampai saat ini harga minyak goreng belum mengalami perubahan. Minyak goreng dengan merek Bimoli masih bertahan di harga Rp42-43 ribu untuk kemasan dua liter. Sementara merek lainnya, harganya berkisar Rp40 ribu rupiah per dua liter.
"Belum ada yang turun," ujarnya ditemui di Pasar Tamrin Bontang, Kamis (6/1/2022).
Ia mengeluh tak bisa mengambil untung yang cukup banyak. Di agen, Erna membeli minya goreng seharga Rp235 ribu satu kotak yang isi enam kemasan dua liter.
"Untungnya paling Rp700 sampai Rp2000 aja. Belum ada yang turun harganya," imbuhnya.
Namun, kondisi berbeda untuk harga cabai rawit. Komoditi ini, sempat naik signifikan menjelang akhir tahun 2021 lalu. Bahkan tembus lebih dari Rp100 ribu. Setelah tahun baru 2022, harganya mulai berangsur turun. Perlahan tapi pasti, hingga hari ini harga cabai rawit sudah turun sekitar Rp20 ribu, atau Rp80 ribu per kilo. Harga partainya sudah mencapai Rp75ribu.
"Sudah mulai turun ini pelan-pelan. Dua hari lalu, itu sekitar Rp90 ribu, tadi pagi turun banyak, jadi Rp80 ribu satu kilo," ungkap Nana (50), pedagang sayur mayur di Pasar Tamrin.
Meskipun begitu, lanjut dia, harga ini belum bisa dikatakan stabil. Menurutnya, untuk cabai rawit harga normalnya mencapai Rp50 ribu per kilo. "Tapi ini kan musim hujan. Mungkin sebentar bakal turun lagi," harapnya.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Bambang Irawan









