Dalam surat itu, para TKD diminta untuk kembali mengajukan lamaran dengan tes narkoba sebagai salah satu syaratnya.
Persyaratannya pun harus disetor dalam minggu ini. Akibatnya, ratusan TKD memadati BNNK sejak pagi tadi. Mereka berdesak-desakan hanya untuk mengambil formulir tes urine.
Hal ini disayangkan oleh beberapa TKD, lantaran harus antre selama berjam-jam. Belum lagi kerumunan akibat antrean tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan. Apalagi situasi pandemi belum sepenuhnya terkendali.
Salah seorang TKD dmengatakan sudah antre selama dua jam. Menurutnya hal ini harusnya bisa diatur agar tidak menimbulkan antrean panjang dan juga kerumunan.
"Harusnya ada jadwal yang jelas per Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengambil tes urine," ujar honorer wanita yang enggan namanya disebut itu.
Selain itu, honorer lainnya, menilai membludaknya TKD ini lantaran, deadline pengumpulan syarat kelengkapan untuk mengajukan lamaran cukup singkat. Belum lagi, pihak BNNK juga memiliki jam kerja.
"BNN punya jam kerja, TKD terdesak dengan jangka waktu. Belum lagi mengurus kelengkapan dan lain lain," protes salah satu TKD yang juga enggan disebut namanya.
Hingga berita ini diturunkan, Sejumlah TKD masih menunggu antrean. Mereka berharap ada sistematika yang pas, agar pengurusan kelengkapan administrasi tak harus menimbulkan kerumunan.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Bambang Irawan