Pihaknya ebih dulu akan melakukan sterilisasi dan membersihkan gedung dari sisa-sisa pengerjaan. Namun hal itu tidak bisa dikebut hanya dalam waktu 15 hari karena, proses penyaluran bantuan pun belum rampung sepenuhnya.
"Minggu depan ada evaluasi dulu. Jadi waktunya tidak cukup," ucap Kamilan kepada awak media, Jumat (17/12).
Dari data, pemilik lapak di pasar yang lama sebanyak 405 pedagang. Sementara pengampar ada 78 pedagang. Mereka yang menjadi prioritas adalah pedagang yang sebelumnya sudah memiliki lapak di pasar lama.
“Untuk pengundian, yang punya lapak dulu yang saya fasilitasi. Kalau misalnya ada satu orang punya lapak lebih dari satu, pemerintah hanya bisa memberikan satu-satu dulu,” bebernya.
Sementara itu, pedagang Pasar Citra Mas Lok Tuan menyatakan tak masalah pemerintah menunda agenda pengundian lapak pada Desember ini. Hanya saja, mereka meminta agar pemerintah tidak melakukan relokasi secara tiba-tiba. Apalagi saat ini mereka sudah mulai normal berjualan di bangunan semi permanen.
Selain itu, pemerintah juga diminta untuk tak mengurangi luas lapak dalam satu blok pedagang. Idealnya ukuran meja lapak berukuran 2 meter persegi. “sebelum melakukan pengundian dan pindah diharapkan petugas memberitahukan dahulu,” kata Ansar, pedagang ikan laut di Pasar Citra Mas Lok Tuan.
Untuk diketahui, Pasar Taman Citra Mas Lok Tuan yang baru terdapat dua bangunan. Terdiri dari 556 lapak. Bangunan pertama bersumber dari dana APBN senilai Rp5,2 miliar. Sebagian besar pasar Taman Citra Mas Lok Tuan akan diisi oleh pedagang basah. Seperti ayam, daging dan ikan. Adapun bangunan kedua bersumber dari APBD Bontang dengan nilai Rp 24,6 miliar. Bangunan ini seluas 24×76 meter dan diproyeksikan mampu ditempati sebanyak 286 kios, dan 35 lapak dan kontraktor pengerjaan ialah PT Faza Jaya Pratama. (*/kk)
Penulis : */Romi Ali Darmawan
Editor : Bambang Irawan