Salah seorang saksi, Arif menyebutkan pertama kali melihat melihat kobaran api berasal dari salah satu rumah yang berada di dekat Masjid Nurul Muttaqin. Meskipun begitu, ia belum mengetahui pasti penyebab pemicu kobaran api.
” Tiba – tiba saja, api kelihatan sudah besar, dari lantai dua rumah kayu, ” jelasnya kepada awak media.
Bhabinkamtibmas Lok Tuan, Aipda Ahmad Bajuri menerangkan, peristiwa kebakaran itu berlangsung sekitar satu jam lebih. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 2.30 Wita. Lokasi kebakaran yang berada di gang sempit menjadi kendala. Namun, pihak pemadam kebakaran dibantu warga, sehingga api akhirnya bisa dipadamkan.
Sejauh ini pihaknya juga masih menunggu keterangan lebih lanjut, terkait penyebab kebakaran. Namun, salah satu pemilik rumah dari dua bangunan rumah yang terbakar, kini masih berada di Polres Bontang, untuk dimintai keterangan.
"Ini pemilik rumah masih dimintai keterangan. Dari beberapa saksi, itu asal api dari rumah warga berinisial A," jelasnya.
Ia menyebutkan, kediaman A ini memang merupakan rumah kayu. Sementara, satu rumah yang terdampak lainnya merupakan rumah beton, namun dengan tulangan kayu. Rumah itu diketahui, milik salah satu pengurus panti asuhan yang berada di lokasi itu.
"Total kerugiannya itu ditaksir mencapai Rp 600 juta," tutupnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bontang, Alimuddin menerangkan, Pihaknya, menurunkan sekitar delapan armada untuk menangani api.
Selain itu ia menjelaskan pemukiman itu, memang didominasi dengan bangunan rumah kayu. Lokasi rumah juga saling berdempetan satu sama lain. Beruntung, kendala yang dihadapi para petugas hanyalah gang sempit. Alimuddin mengatakan, biasanya salah satu kendalanya, berasal dari antusias warga yang ingin melihat peristiwa kebakaran itu.
"Tadi malam kejadiannya dini hari, jadi masih sedikit warga yang menonton," tandasnya.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Bambang Irawan