KH Aus Hidayat Nur atau yang biasa disapa Kang Aus, menyampaikan, betapa pentingnya menghayati sejarah, apalagi di era globalisasi pengaruhnya terhadap kehidupan semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam.
"Keadaan ini harus disikapi dengan memberikan pemahaman kepada semua masyarakat Indonesia bahwa empat pilar tadi adalah pondasi penting bagi kita dalam berkehidupan berbangsa, dan bermasyarakat," ujarnya.
Ia juga mengingatkan, pentingnya empat pilar itu dan catatan penting perjalanan sejarah di republik ini.
Politikus PKS ini juga memaparkan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya, apalagi di era globalisasi dimana pengaruhnya terhadap kehidupan semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam.
”Mari kita saling mengingatkan pentingnya empat pilar itu dan catatan penting perjalanan sejarah di Republik ini,” kata Aus Hidayat Nur.
Aus Hidayat juga mengajak masyarakat untuk lebih mengenal para ulama yang telah berjasa dalam kemerdekaan negara ini.
Ia memberi contoh bahwa keberadaan ulama sangat sentral perannya kala itu. Perjuangan merebut kemerdekaan bangsa tidak hanya dilakukan oleh barisan nasionalis saja tetapi dari berbagai macam golongan, termasuk kaum muslim pada saat itu.
“Pada saat proklamasi saja, Bung Karno kala itu meminta Bung Hatta untuk mendampingi. Bung Hatta adalah seorang anak dan cucu ulama dari Sumatera Barat,” terangnya.
Ia berharap, agar sejarah kedepan dapat menjelaskan secara jelas bagaimana asal serta usul seseorang. Ia tak menyalahkan sejarah hari ini, tetapi menurutnya lebih baik dapat menyampaikan yang sebenarnya kepada masyarakat luas.
“Masyarakat harus tahu yang sebenarnya dan mari kita rawat kemerdekaan dan Bhineka Tunggal Ika yang terawat sejak lama ini. Ini adalah aset dan warisan bangsa yang tak ternilai,” terangnya.
Dirinya menegaskan, sebagai bangsa yang terbentuk dari berbagai macam suku, adat, ras dan agama, maka sebagai generasi penerus sudah seharusnya seluruh masyarakat tidak mudah terpancing dengan oknum yang ingin membenturkan sesama masyarakat di indonesia, khususnya di Kota Taman.
“Jadi jangan mudah terpancing oleh oknum yang ingin menghancurkan keharmonisan bangsa kita. NKRI itu harga mati, tidak bisa ditawar,” pungkasnya.
Penulis: Cholisoh
Editor : Bambang Irawan