Mulai dari tata ruang kelas, kesiapan alat prokes sampai ke pola atau skema dalam pembelajaran.
Saparudin pun menilai apa yang disiapkan oleh pihak sekolah, sudah memenuhi syarat. Semua protokol kesehatan sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan.
Untuk selanjutnya, laporan penilaian itu akan diteruskan ke Kepala Dinas, sebab yang mempunyai kewenangan dalam memutuskan boleh atau tidaknya PTM digelar semua ada di tangan Kepala Dinas.
"Tinggal, menunggu keputusan dari Kadis, karena regulasinya seperti itu," Ucap Saparudin.
Sementara itu, Kepala SD IT Cahaya Fikri Nani Risdiana berharap keinginan sekolah dan wali murid untuk melaksakan pembelajaran secara langsung bisa terealisasi.
Ia juga menjelaskan akan menghormati dan memfasilitasi bagi orang tua murid yang belum memberikan izin anaknya untuk bersekolah.
Dari 246 murid yang terdata, 66 orang masih menolak untuk mengikuti pembelajaran secara langsung.
"Orang tua masih khawatir terkait kondisi Covid di Bontang, kami menghargai itu dan siap memfasilitasi dari mereka yang mau daring di rumah,"
Untuk itu pihak sekolah menyiapkan konsep pembelajaran bersama.
"Jadi pada saat belajar mengajar berlangsung di sekolah akan disambungkan dengan pembelajaran daring di rumah, kami akan menyiapkan kamera tripot di ruang kelas untuk live zoom jadi mereka melihat gurunya mengajar di sekolah," pungkasnya
Editor : Bambang Irawan