Desi mengaku dalam satu hari air bersih dari PDAM hanya mengalir pada tengah malam, dengan durasi waktu 5 sampai 7 jam.
Dengan pelayanan seperti itu sangat menyulitkan dirinya dan keluarga karena satu hari bisa mengunakan air bersih dengan volume yang banyak untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, mencuci dan memasak.
"Satu tandon, cukup 1 hari saja. Malamnya suami saya harus nungguin lagi, kalau tidak begitu kami bakal ngak mandi," ujar Desi kepada Korankaltim.com, Selasa (1/9/2021) hari ini.
Sudah enam bulan hal ini terjadi menurut Desi, karenanya dirinya berhara perusahaan plat merah itu lebih meningkatkan pelayanan.
Hal senada juga diungkapkan Muhammad Fahmi Syafa, warga Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara Jalan DI Panjaitan Gang Piano 1.
Kata Fahmi apa yang dirasakan warga lain juga dirasakan dirinya, dimana air bersih hanya mengalir pada malam hari dengan durasi yang pendek, terkadang malah tidak mengalir sama sekali.
Menurutnya kondisi itu sudah sering ia sampaikan kepada pihak PDAM pada saat membayar tagihan bulanan. “Jawabannya selalu sumber air baku belum memadai untuk bisa mengalirkan dalam 24 jam," ujar fahmi.
Dikonfirmasi Korankaltim.com secara terpisah, Direktur PDAM Tirta Taman Bontang Suramin mengakui pelayanan air bersih untuk masyarakat di Kota Taman memang belum bisa maksimal.
Pasalnya yang menjadi kendala sampai saat ini mereka masih memanfaatkan sumber air baku lama yang berasal dari air bawah tanah yang secara teknis dan dampak lingkungannya tidak lagi memungkinkan untuk dipaksa kapasitas produksinya.
Padahal pertumbuhan penduduk juga semakin hari terus bertambah yang secara langsung akan berpengaruh pada jumlah penggunaan air bersih.
“Idealnya untuk wilayah kota Bontang kebutuhan air bersih yang harusnya disalurkan ke rumah-rumah warga adalah 750 liter perdetik, nyatanya kapasitas kemampuan dari PDAM hanya mampu mengalirkan 450 liter air perdetik. Kami pernah sampai dititik 600 liter perdetik, namun terus menurun hingga minus 200 liter perdetik," papar Suramin.
Disisi lain, ia juga mengatakan, dengan kapasitas air yang dimiliki saat ini capaian pelayanan sudah cukup baik dirata-rata 19 jam perhari.
"Itu hasil audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dan tinjauan lapangan yang kami lakukan," paparnya
Tetapi ia menjelaskan, capain itu tidak seragam disetiap wilayah. "Karena memang ada wilayah seperti Lok Tuan, Kanaan yang airnya mengalir 24 jam, di wilayah lain seperti di Berbas dan Tanjung laut, air mengalir secara bergiliran dengan durasi waktu 5-7 jam perhari, tapi jika di rata-rata secara keseluruhan 19 jam," tutup Suramin
Penulis : Muhammad Ridwan
Editor: Aspian Nur