Menurut Wakil Ketua Satgas Covid-19, Letkol Arh Choirul Huda, keputusan itu agak mengagetkan di tengah kasus Infeksi virus Corona yang cenderung tidak stabil di Kota Bontang
Terlepas dari persoalan itu, ia mencoba menganalisa. Ada tiga hal yang menurutnya menjadi pertimbangan pemerintah pusat memberikan relaksasi kebijakan untuk Bontang.
Pertama tingkat kedisiplinan masyarakat tentang protokol kesehatan, tinggi. "Hampir di atas 90 persen, dari data survei yang masuk satgas pusat," ungkap Choirul seusai menghadiri rapat evaluasi PPKM di Pendopo Walikota, Senin (10/8/2021).
Kedua, capaian vaksinasi Kota Bontang sudah mencapai 30 persen, jauh jika dibandingkan capaian nasional yang baru menyentuh 14 persen.
Ketiga, tingkat mobilitas masyarakat tergolong rendah. Jika dipersentasekan di angka minus 0,25 persen. "Indikatornya kuning, jadi dalam skala perhitungannya dikategorikan dengan warna hitam, merah, kuning dan hijau, kita ada di level kuning," jelasnya.
Tetapi ia tidak menutup mata dengan, persoalan lain, misalnya kasus positif Covid-19 diangka 2.173 pertanggal (10/9).
Selain itu tingkat kematian ada di 2,1 persen kemudian kesembuhan baru 79,9 persen.
Choirul pun menegaskan untuk mengantisipasi lonjakan, pihaknya mengambil sikap hati-hati, dengan menjalankan penerapan PPKM Level 3 dengan semi Level 4.
Poin pentingnya ada garda isoman di tingkatan Kelurahan sampai di struktur paling bawah di lapisan Rukun Tetangga (RT).
"Klausul dari Inmendagri No 32/2021, tidak semua bisa dijalankan, dalam rangka menahan laju penularan supaya tidak loss ke fase yang lebih parah lagi," terangnya.
Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Bambang Irawan