Salah satu calon siswa yang mendaftar di SMA Negeri 1 Rahmi Faradilla Putri mengaku datang dari pukul 09.45 Wita pagi. Namun sampai jam 11.45 Wita namanya juga belum dipanggil karena sebelum dia datang ternyata sudah banyak calon siswa yang lain yang lebih awal mendaftar.
"Saya dari pagi tadi, saat datang saya liat antrean juga sudah cukup panjang," kata Putru saat ditemui Korankaltim.com, Selasa (22/6/2021).
Terlihat juga banyak orang tua yang mendampingi anaknya mengurus SKBN, salah satunya, Sirajuddin yang mengaku baru tahu pengumuman harus melampirkan SKBN dan diberikan waktu selama tiga hari untuk melengkapi berkas pendaftaran ulang. "Jadi hari ini baru bisa kami urus surat keterangan bebas narkoba," kata Sirajuddin.
Ia memilih Polres sebagai tempat pengurusan SKBN karena dinilai lebih murah ketimbang rumah sakit.
"Di sini saya cuman bayar Rp 100 kalau di Rumah sakit lebih mahal," sambungnya.
Hal itu dibenarkan Kasat Reskoba IPTU Muhammad Rakib Rais, wajar jika banyak calon siswa yang rela mengantre di Polres karena biaya cukup terjangkau. Namun, ia menyayangkan kenapa baru hari ini para calon siswa mengurus SKBN.
"Harusnya sebulan sebelum pengumuman para orang tua telah mempersiapkan semua syarat yang diminta, seperti SKBN, jadi tidak mengantre seperti saat ini," kata Rakib
Ia menjelaskan jika untuk memecah banyak antrean, Rakib menginstruksikan seluruh personel untuk memperbanyak meja administrasi.
"Harusnya satu loket saja, tapi saya tambah menjadi tiga loket untuk mengeprint SKBN tersebut," lanjutnya.
Pihaknya juga terus mengimbau untuk seluruh masyarakat yang mengantre bisa mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.
Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Bambang Irawan