Mereka adalah Agung Purwadi dan Mimin yang sudah menekuni dunia tanaman hias ini sejak 16 tahun silam.
"Dulu saya guru honor di SDIT Yabis, suami di Vidatra. Begitu usaha tanaman hias kami mulai merangkak naik, saya mengundurkan diri dan fokus mengurus rumah tangga dan mendukung hobi suami," kata Mimin di sela-sela menunggu stand Pameran Tanaman Hias di Kodim 0908/BTG, Minggu (6/6/2021).
Berkecimpung di dunia tanaman hias, prinsip suami istri ini merawat tanaman salah satu kontribusi terhadap alam agar udara bersih dan menyerap karbondioksida.
"Alhamdulillah atas pertolongan Allah tahun 2005 lalu, ada muncul varian tanaman hias warnanya atraktif indah jadi suami memilih fokus ke Aglonema, selain indah mudah perawatannya," ujar Mimin, sambil menunjukkan Aglonemanya yang memiliki harga jual yang lumayan tinggi.
Selain tanaman hias, di Nursery Sulung juga menyediakan aneka tanaman buah unggul. "Namanya usaha ada naik ada redup. Saat redup, kami mengisi rental bunga di perkantoran bank dan kantor pemerintah di Bontang. Alhamdulillah lumayan buat ngepul dapur," papar Mimin.
Sebagai seorang guru, suaminya justru mengaplikasikan ilmunya ke murid- muridnya termasuk juga mengajarinya.
"Saya belajar banyak soal ilmu tanaman dari suami, jika suami di tanya pelanggan tentang tips perawatan ke suami saya nyimak saja, sembari nyerap ilmu akhir nya lama kelamaan tertarik untuk melakukan sendiri seperti yang dilakukan suami," sebut Mimin.
Sekarang Mimin semakin jatuh cinta sama tanaman hias. Bisnis bunga itu relatif, karena bisnis hobi bukan seperti bisnis sembako. "Kalau saat deras peminat ya lumayan sekali. Kami pernah jual Aglonema Moonlight dan Harlequeen ke orang Balikpapan harga Rp5 juta dan Rp3 juta, bahkan kami juga pernah ketipu jualan online," ungkapnya.
Nursery Sulung juga sering mengirim tanaman ke luar Bontang, Sangatta Banyuwangi, Tarakan, Balikpapan, Kalteng, Sulawesi dan Timika.
Penulis. Cholisoh
Editor: Aspian Nur