Safa menyebut jika LK3 merupakan mitra dari DSPM. “Organisasi resmi yang dibentuk pemerintah melalui Dinas Sosial, jangkauan lebih luas, sampi ke home care, day care, advokasi, rujukan, fasilitasi, reunifikasi,” sebutnya saat menjelaskan tentang organisasi tersebut. Ia mengatakan anggotanya banyak yang tergabung kedalamnya. Dalam organisasi tersebut, Safa menyatakan banyak beragam aduan yang datang dari masyarakat.
Ada yang sakit dan tidak bisa berobat, ada kasus kecelakaan lalu lintas yang tidak tertangani medis karena keterbatasan biaya, ada anak yatim yang perlu bantuan untuk kehidupan sehari-harinya, banyak kasus disabilitas yang masih membutuhkan perhatian, dan lain-lainnya.
“Masyarakat itu banyak yang langsung membantu, tanpa diminta, kepeduliannya sudah tinggi,” bebernya.
Ia juga mengatakan jika pada Ramadan kemarin jumlah orang yang melakukan donasi ke kaum duafa, anak yatim ataupun kaum disabilitas cukup tinggi. Safa mengindikasikan jika respon dari pemerintah yang dibantu dengan hadirnya peran masyarakat inilah yang mampu menciptakan hubungan yang bersinergi.
“Saya pikir dengan cara kerja tersebut, itu akan sesuai dengan visi misi dari Walikota untuk membangun Bontang yang harmoni,” ucapnya. Iapun menilai jika hal tersebut mampu mendukung masyarakat Bontang yang hebat dan beradab. “Masyarakat yang kepeduliannya tinggi dan selalu berkolaborasi,” tegasnya.
Kasi Rehabilitasi Penyandang Disabilitas DSPM, Suratmi yang juga aktif berkecimpung di dalam Organisasi LK3 menyatakan tidak pernah merasa lelah dalam melakukan pekerjaannya. “Itu sudah panggilan jiwa ya mbak,”ungkapnya Minggu (16/5/2021).
Ratmi sapaan akrabnya pun menjelaskan sebagai pekerja sosial sudah sepatutnya ia menjadi penghubung antara masyarakat yang membutuhkan dengan sumber yang membantu. “Kemarin saya survei di Bontang Lestari, saya dapatkan data empat orang tunanetra,” ujarnya dengan semangat.
Penulis : Choirun Nisa
Editor : Bambang Irawan