Dari data tersebut, belum semua disurvei untuk memastikan tempat tinggal juga ragam disabilitas. “Data di lapangan selama sepekan survei secara geospasial, ditemukan fakta terdapat jenis disabilitas yang berbeda dengan data, ada yang hanya masuk kategori lansia, ada yang meninggal, ada yang pindah antar kelurahan bahkan pindah luar daerah,” terang Suratmi pada (2/5/2021).
Untuk itu, Suratmi mengenalkan Aplikasi Kartu Penyandang Disabilitas Berbasis Geospasial (Kapal Si Geo), yakni sebuah aplikasi yang berbasis Sistem Informasi Geospasial. “Jadi data para penyandang disabilitas ini akan terhubung dengan ruang kebumian,” ujar Suratmi.
Di dalam aplikasi yang diperlihatkannya kepada Korankaltim.Com, tampak adanya nama penyandang disabilitas di layar komputer, dan saat diklik akan muncul data yang berupa jenis kelamin, lokasi tempat tinggal, juga jenis disabilitas yang diderita. Di dalamnya juga ada foto klien, foto klien, foto klien bersama pendamping, foto rumah, foto KK, KTP, BPJS KIS, buku rekening.
Dengan adanya Aplikasi Kapal Si Geo ini, ia berharap jika penyaluran bantuan akan menjadi lebih mudah, cepat dan tersistem serta memudahkan pemetaan. Lantaran data para penyandang disabilitas hanya tinggal diakses melalui handpone yang terhubung di internet. “Intinya aplikasi ini untuk meningkatkan pelayanan publik yang prima, tepat sasaran, waktu dan kebutuhan,” ujarnya.
Ada sebanyak 293 dari 622 data penyandang disabilitas yang telah di masukkan ke dalam sistem aplikasi per tanggal (2/5/2021) pagi. Adapun dalam melakukan survei pendataan di lapangan, Suratmi mengaku dibantu oleh 54 surveyor yang berasal dari 21 lembaga.
“Ada dari pemerintah, dalam hal ini DSPM, kelurahan, Dinas Pendidikan maupun relawan sosial dari LKS Pandu Qolby, Bank Sampah Pesisir , Yayasan KDS Bonseti, SLB Negeri, Himpunan Mahasiswa Bontang, Ewarong Agen 46 Mekarsari, RYAM, Mahasiswa Poltekesos Bandung, Mahasiswa Unmul” ungkapnya.
Untuk saat ini, Aplikasi Kapal Si Geo masih dalam tahap monitoring dan penyempurnaan. Suratmi membeberkan masih akan ada tahap sosialisasi dan launching. “Inshaa Allah Juni Minggu kedua atau tiga,” tandasnya.
Penulis : Choirun Nisa
Editor : Bambang Irawan