Kegiatan yang digelar selama 3 hari mulai Rabu (6/4) hingga Jumat besok (8/4), dijelaskan Ronny, ada 3 poin tujuan yakni, sebagai pemasyarakatan, mereka berkewajiban untuk memfasilitasi warga binaan yang mau hijrah lebih baik yakni menghapus tato, kedua bagaimana Lapas Bontang bisa memberikan pelayanan kesehatan pada mereka.
“Bersihkan tato itu juga harus bersih dan sehat, dan poin ketiga adalah memberikan pembinaan kepribadian. Ketika mereka menjalankan puasa dan mau hijrah, agar lebih dekat kepada Tuhannya,” ujar Ronny. Ronny yakin, apa yang mereka lakukan bersama-sama Icare Bontang adalah niat baik untuk sambut bulan suci Ramadhan.
Untuk tahapan penghapusan tato, Ronny memberikan kuota sebanyak 100 orang secara gratis. “Pembiayaan kita tanggung sama Lapas dan teman-teman, karena ini hanya 100 orang, jika ada tahanan lainnya yang ingin menghapus tato akan kita fasilitasi, namun ke depan adalah biaya mandiri,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Icare Bontang Sutarwanto Teguh mengatakan, program pengahpusan tato disambut baik oleh Lapas Bontang, “Pihak Lapas menyambut baik kegiatan kami ini, dan mereka menghubungi kami bahwa para binaannya ingin menghapus tato,” ujarnya. Menurut Sutarwanto, program penghapusan tato ini tiap bulan dilakukan, dan sudah berjalan sejak 2019 lalu.
“Penghapusan tato ini tidak bisa sekali langsung hilang melainkan bertahap, tergantung kualitas tinta tato itu sendiri, jika berwarna agak sulit, ada yang 3 kali laser sudah hilang, ada juga yang 7 sampai 10 kali laser baru hilang,” jelasnya.
Salah satu warga binaan Jamal (40), yang menghapus tato mengaku memiliki tato sudah 10 tahun lamanya, dan bukan hanya di pergelangan kaki, tapi juga banyak di tubuhnya. Ia bersyukur ada program hapus tato gratis di lapas. Dan ia mengaku ingin menghapus semua tato miliknya, ia ingin hijrah ke arah yang lebih baik dan sudah insaf. “Sakit sih, seperti digigit semut segudang,” ujarnya sembaru menahan sakit saat dilaser.[]
Penulis : Cholisoh
Editor : Rusdi