“Ini semua hasil penggeledahan. Kegiatan ini tidak direkayasa, anggota Lapas saja tidak tahu, mereka kita kumpulkan apel biasa. Pas di lapangan baru kita umumkan akan ada kegiatan ini, intinya ini bukan setingan, dan hasilnya bisa dilihat langsung,” ujar Ronny sambil memperlihatkan semua hasil geledah 66 kamar dari 74 kamar yang ada pada blok Nusa Baru, Nusa Indah, Nusa Hijau, Nusantara 1, 2, dan 3.
Terkait temuan pelanggaran, Ronny mengaku akan dihanguskan seluruhnya.
Barang berbahaya yang ditemukan, seperti, paku, handphone, termasuk sikat gigi, menurut Ronny, juga di sita sebagai potensi yang berlebihan, karena dalam jumlah yang melebih kebutuhan.
Ditemukan 3 unit Handphone, Ronny sendiri mengaku heran, padahal di Lapas sudah dibangun fasilitas wartel-wartel, ada 10 box wartel yang bisa digunakan. Hal ini untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan. Selain itu ke seluruh box wartel sudah dipantau oleh BNN dan Polres Bontang.
Perihal masih ditemukannya handphone, Ronny tak menyebut tak menutup kemungkinan ada keterlibatan petugas jaga. Tapi, sulit dibuktikan.
“Mungkin saja bisa tapi kita sulit membuktikan. Karena itu jangan ada kata menyerah untuk pencegahan dan deteksi dini. Kalau ada terbukti ada anggota kami konsekuensinya jelas,” tandasnya.
Sementara itu, Kasi Pemberantasan BNN Kota Bontang AKP Winaryo, mengatakan kegiatan ini sudah sesuai dengan perintah. “Hasil penggeledahan tidak ditemukan sabu, namun barang-barang lainnya tetap di sita karena akan menimbulkan kerawanan jika dibiarkan,” ujar Winaryo, diamini KBO Shabara Polres Bontang, Iptu I Gede Eka Wardana.[]
Penulis : Cholisoh
Editor : Rusdi