Ia juga menjelaskan jika banjir sudah sering terjadi 20 tahun terakhir. Banjir juga mulai terjadi semenjak Gempa Tsunami di Aceh tahun 2004 silam tambahnya. Menurut warga sekitar, penyebab utama banjir adalah naiknya air laut. Kondisi banjir yang seperti ini biasa disebut dengan banjir rob. Menurut Mariya, salah satu warga yang sering menjadi langganan banjir, setiap hari, ia selalu membersihkan rumahnya dari banjir.
“Sering banjir di sini, kadang lima hari kadang seminggu. Kira-kira sebulan dua kali banjir,” ujar Mariya. Karena sering menjadi langganan banjir, warga Bontang Kuala pun sudah banyak yang melakukan renovasi rumah dengan meninggikan bangunan kayu yang menjadi tempat tinggal mereka di atas laut, termasuk Mariya yang bertempat tinggal di RT 05 ini.
Hal yang sama juga diakui Abdullah. Ia mengaku rumahnya sudah ditinggikan. Sementara rumah bangunan lama di RT 05 dan RT 06 yang sering menjadi korban masuknya air ke rumah hingga selutut, lantaran masih belum direnovasi alias ditinggikan. Nurhayati, yang juga merupakan warga RT 05 menambahkan, rumahnya sempat terendam air hingga mata kaki.
"Semata kaki, biasanya selutut, barusan cepat surut biasanya lama,” kata Nurhayati. Kondisi ini lanjutnya, mulai sering terjadi dari Oktober 2020 lalu. "Sudah terbiasa, jadi barang sudah aku rapikan duluan," katanya.
Penulis : choirunnisa
Editor : Bambang Irawan