Namun lapak darurat ini disebut para pedagang tidak banyak membantu. Pasalnya, saat hujan dan angin kencang mereka harus berkemas. "Kalau hujan ya angkat barang lagi. Subuh tadi hujan, barang diangkat lagi. Kami cuma bisa diam di pelataran masjid," kata Asnawi, pedagang sembako yang ditemui korankaltim.com Selasa (16/2/2021) hari ini.
Untuk modal berjualan pun, pria 44 tahun itu harus memutar otak, mengorek sisa tabungan agar mata pencaharian tetap bisa berjalan. "Mau bagaimana lagi, semuanya habis pas kebakaran lalu," ucapnya lagi.
Rekan-rekannya sebut Asnawi ada yang lebih susah, harus menjual barang berharga, juga meminjam agar modal tetap ada untuk stok barang dagangan. "Ada yang jual kalung, pinjam uang juga," lanjut Asnawi.
Hingga kini, ia sebut belum ada bantuan datang. Pun tenda darurat yang kemarin sudah jadi bahan diskusi pemerintah. "Belum ada, ini pakai modal sendiri," lanjutnya.
Diharapkan bantuan yang dijanjikan pemerintah segera tersalurkan apalagi, momentum besar sedang menanti. "Sebentar lagi bulan puasa. Kami butuh modal dan lapak untuk berjualan. Mau bagaimana, ini satu-satunya pencaharian kami," jelas Asnawi.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur