"Inikan ada tiga blok nih, blok ini dulu yang parah, yang awal mula kebakaran. Secara logika, api tiba-tiba besar dan tidak ada mati lampu, saya nggak tahu prosesnya bagaimana, nggak nyambung di sini kalau korsleting listrik pastinya mati lampu, api tiba-tiba besar baru aku matikan lampu," ujar Ridwan yang berjualan sembako.
Sementara Acis Maidy yang rumahnya tepat berada di depan pasar menyayangkan tim pemadam kebakaran datangnya agak terlambat. "Andai tidak lambat, pasti tidak sampai banyak blok yang habis," jelasnya.
Dari musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Lok Tuan, diketahui ada satu orang yang meninggal dunia, yakni H Halim, salah satu pedagang sembako, yang kiosnya habis terbakar.
Dikatakan Muli, warga Lok Tuan, saat kejadian Alm H Halin, terkejut ada kebakaran dan berusaha menyelamatkan dagangannya.
"Infonya beliau saat kebakaran kata orang-orang meninggal akibat jatuh saat berusaha menyelamatkan barang barangnya di pasar, dan katanya kena jantung karena kaget ada musibah ini," ujar Muli, Rabu (10/2/2021).
Dikatakan Muli, rata-rata pedagang tidak ada yang bisa menyelamatkan barang dagangannya.
"Mereka tahunya jam tigaan, sampai di pasar sudah nggak bisa ngapa-ngapain karena api sudah membesar," jelasnya.
Dari keterangan warga api kemungkinan terjadi sekitar pukul 01.30 WITA dan terus membesar hingga subuh. Akibat kebakaran tersebut seluruh blok pasar bawah Lok Tuan ludes, sementara blok atas hanya sisa dua blok saja yang selamat.
Hingga berita ini diturunkan dari pihak terkait Pemadam Kebakaran maupun tim BPBD belum bisa menyebutkan, berapa kios blok pasar yang hangus terbakar.
"Untuk data rincian menyusul, karena kami masih di lokasi, sementara pemadaman kami lakukan dari pukul 03.00 WITA hingga pukul 06.30 WITA," jelas Kepala BPBD Ahmad Yani, kepada korankaltim.com, Rabu (10/2).
Tim yang turun memadamkan pun selain Damkar Bontang, lanjutnya ada pemadam dari PKT.
Penulis: Cholisoh
Editor : Bambang Irawan