Puluhan pedagang yang memiliki kios di dalam gedung pasar yang masih baru itu, mendatangi Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Tamrin, yang ada di lantai empat, Senin (8/2/2021) kemarin.
“Cuma yang di dalam pasar ditutup sementara pedagang liar disekitar pasar dibiarkan buka,” ungkap Pahita, salah seorang pedagang ayam Pasar Tamrin.
Selain Pahita, Idris yang merupakan pedagang buah juga melontarkan protesnya. Ia menyebut Kaltim Steril, membuatnya rugi secara materil. Barang dagangannya seperti jeruk nipis dan jeruk manis banyak rusak karena pasar ditutup dua hari.
“Coba lihat. Seperti jeruk ini yang sebelumnya hijau jadi tertinggal di jualan (kios) kuning semua. Enggak akan begini kalau Sabtu-Minggu pasar buka,” beber Idris sembari menunjuk barang dagangannya.
Idris menilai pemerintah tidak sensitif terhadap nasib warganya. Harusnya pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tidak membuat warga makin kesulitan hidup.
Dua hari pasar ditutup, praktis ratusan pedagang, kehilangan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara bantuan pemerintah kepada masyarakat selama pandemi, juga ia sebut sangat minim. Mereka pun mengancam akan keluar berjualan di luar pasar jika ketidakadilan itu masih terus berlanjut.
Kasubag TU UPT Pasar, Abdul Malik tak bisa berkomentar banyak. Menurutnya, hal itu berada dalam kewenangan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT). “Jadi kami tampung dulu tuntutan mereka, nanti kami lanjutkan ke atasan,” kata Malik.
Penulis: */Romi Ali Dharmawan
Editor: Aspian Nur